ADVERTISEMENT

Baca Keberatan, Munarman Minta Dibebaskan dari Dakwaan Terorisme

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 11:55 WIB
Jakarta -

Mantan Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman meminta majelis hakim membebaskan dia dari dakwaan jaksa terkait kasus terorisme. Munarman menilai dakwaan jaksa tidak jelas dan tidak cermat.

Hal itu disampaikan Munarman saat membacakan eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Negeri Jaktim, Jalan Dr Sumarno, Jaktim, Rabu (15/12/2021).

"Berdasarkan uraian di atas maka saya memohon agar Yang Mulia berkenan memeriksa, mengadili, dan menjatuhkan putusan sela: Menerima nota keberatan saya seluruhnya, menyatakan penangkapan saya tidak sah, memerintahkan jaksa penuntut untuk melepaskan saya," kata Munarman.

Munarman juga meminta seluruh barang bukti yang disita terkait perkaranya dikembalikan. Sebab, Munarman menilai penyidik saat itu menyita sejumlah barang di rumah Munarman tanpa penetapan ketua pengadilan negeri.

Dia juga menyebut dakwaan jaksa melanggar aturan Pasal 1 ayat 1 KUHP dan Pasal 28 ayat 1 UUD. Munarman mengatakan dakwaan jaksa terhadap dirinya tidak jelas.

"Menyatakan dakwaan JPU error in persona, menyatakan dakwaan JPU tidak cermat atau tidak jelas, atau tidak cermat. Menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum," katanya.

"Membebaskan saya dari dakwaan, memulihkan harkat martabat saya di masyarakat atau kalau hakim memiliki putusan lain, maka memohon putusan seadil-adilnya," imbuhnya.

Munarman Sempat Terisak

Saat mengawali pembacaan eksepsi suara Munarman terdengar seperti menahan tangis. Munarman mengaku merasa terzalimi selama 8 bulan terakhir.

"Selama 8 bulan saya dizalimi, penangkapan yang sewenang-wenang dengan tuduhan yang direkayasa melalui case building yang dikaitkan dengan peristiwa pidana pihak lain yang tidak ada hubungan kausalitas dengan saya. Semoga semua yang memfitnah saya melalui berbagai rekayasa yang sistematis tersebut mendapat azab dari Allah SWT," tutur dia sambil terisak.

Suara Munarman terdengar seperti menahan tangis. Namun belum diketahui apakah Munarman meneteskan air mata atau tidak dalam sidang karena ruang sidang Munarman tertutup para wartawan yang meliput hanya mendengarkan suara Munarman melalui pengeras suara yang disediakan pengadilan di depan ruang sidang.

Lebih lanjut, dalam eksespsinya, dia juga menyinggung peristiwa tewasnya 6 laskar FPI. Dia menyebut kasusnya ini guna menutupi peristiwa Km 50.

"Seharusnya tidak ada persidangan perkara ini yang telah menghabiskan sumber daya negara secara sia-sia, menghabiskan sumber daya negara hanya untuk segelintir orang yang berupaya menutupi kejahatan pembunuhan terencana dengan mengatasnamakan negara, mereka yaitu komplotan pembunuh yang telah membunuh 6 orang pengawal Habib Rizieq dan ketakutan bahwa korps pembunuhan lebih tepatnya pembantaian atau dalam bahasa HAM extra judicial killing adalah penyebab utama terjadinya proses persidangan ini," ucap Munarman.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT