ADVERTISEMENT

3 Alasan Sopir TransJ Tak Jadi Tersangka Kasus Tabrak Pejalan Kaki

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 09:13 WIB
Ruas jalan di sekitar Monas ditutup jelang aksi 212. Walaupun begitu, moda transportasi massal bus TransJakarta tetap beroperasi.
Transjakarta (Rengga Sancaya/detikcom)

Ada Kelalaian dari Pejalan Kaki

Selanjutnya, Argo menilai ada kelalaian dari pejalan kaki karena tidak menggunakan tempat penyeberangan. Padahal di lokasi tersebut terdapat tempat penyeberangan yang sudah ditentukan.

"Di Pasal 132 sudah disebutkan kalau ada penyeberangan itu harus menyeberang di tempat yang telah ditentukan. Di situ 50 meter dari lokasi itu kan ada tempat penyeberangan, tetapi dia tidak menyeberang di situ, malah memilih menyeberang di tempat itu," katanya.

Berikut bunyi Pasal 132 UU LLAJ:

(1) Pejalan Kaki wajib:
a. menggunakan bagian Jalan yang diperuntukkan bagi
Pejalan Kaki atau Jalan yang paling tepi; atau
b. menyeberang di tempat yang telah ditentukan.

(2) Dalam hal tidak terdapat tempat penyeberangan yang ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, Pejalan Kaki wajib memperhatikan Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas.

(3) Pejalan Kaki penyandang cacat harus mengenakan tanda khusus yang jelas dan mudah dikenali Pengguna Jalan lain.

Argo mengatakan, dalam kasus ini pejalan kaki menyeberang tidak pada tempatnya. Sehingga, pejalan kaki dinilai telah lalai.

"Artinya, si korban ini juga punya unsur kelalaian," tuturnya.

Seperti diketahui, pejalan kaki berinisial RH tertabrak bus TransJakarta saat menyeberang di Jl Raya Marga Satwa Raya, Ragunan, Jaksel, pada Senin (6/11) sekitar pukul 21.50 WIB lalu. Korban tewas di lokasi kejadian akibat kejadian tersebut.


(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT