ADVERTISEMENT

Sopir TransJ Penabrak Pejalan Kaki Tak Jadi Tersangka, Ini Alasannya

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 22:51 WIB
Jakarta berlakukan PPKM level 2 sebagai upaya cegah varian Omicron. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat beraktivitas di tengah pemberlakuan PPKM ini.
Ilustrasi Tansjkarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara kasus TransJakarta menabrak pejalan kaki hingga tewas di Jakarta Selatan. Dari hasil gelar perkara penyidik tidak memiliki cukup unsur untuk menetapkan sopir TransJakarta sebagai tersangka.

"Iya, tidak jadi tersangka. Karena tidak cukup unsur, jadi tidak terpenuhi Pasal 310 ayat (4)," kata Kasubidt Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Selasa (14/12/2021).

Polisi telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti lainnya. Dari hasil olah TKP diketahui jarak antara korban dan bus sebelum terjadi kecelakaan sangat dekat.

"Yang pertama, si korban ini pada saat menyeberang itu jarak dengan kendaraan ini 4 meter," ujar Argo.

Hal ini membuat bus TransJakarta tidak memiliki ruang gerak untuk berhenti. Kecepatan bus TransJakarta saat itu 30 km/jam.

"Dengan kecepatan 30 kilometer per jam itu memang terlambat untuk mengerem. Jadi kan habis nabrak baru ngerem," imbuhnya.

Dalam perhitungan traffic accident, kendaraan harus memiliki jarak minimal 10-14 meter untuk pengereman.

"Sepuluh meter untuk kondisi jalan kering, 14 meter untuk kondisi jalan basah," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT