TransJ Investigasi Seluruh Jalur Buntut Bus Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 15:27 WIB
Jakarta berlakukan PPKM level 2 sebagai upaya cegah varian Omicron. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat beraktivitas di tengah pemberlakuan PPKM ini.
Ilustrasi Bus TransJakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Bus TransJakarta menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas di Jalan Raya Marga Satwa Raya, Jakarta Selatan. PT TransJakarta pun langsung melakukan langkah mitigasi untuk mencegah insiden yang sama berulang.

"Sebagai langkah mitigasi, TransJakarta langsung melakukan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian yang sama berulang," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta, Angelina Betris, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Langkah mitigasi tersebut di antaranya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk menyediakan fasilitas yang layak pagi pengendara dan penyeberang jalan di kawasan tersebut.

"Berkoordinasi dengan dinas perhubungan dan dinas bina marga untuk menyediakan fasilitas yang layak di area tersebut seperti lampu penerangan, pita penggaduh untuk mengurangi kecepatan, dan juga penyediaan penyeberangan yang lebih aman jika diperlukan," tuturnya.

TransJakarta juga langsung melakukan investigasi terhadap seluruh busway. Investigasi itu bertujuan mengidentifikasi potensi-potensi hazard atau bahaya yang ada pada koridor bus TransJakarta.

"Melakukan investigasi terhadap seluruh jalur untuk mengidentifikasi potensi-potensi hazard yang ada pada koridor bus TransJakarta," kata Betris.

Korban Menyeberang Tiba-tiba di Busway

Betris juga menjelaskan kronologi kecelakaan bus TransJakarta yang menewaskan pejalan kaki pada Senin (6/12). Dia mengatakan, berdasarkan keterangan dari pengemudi bus dengan nomor SAF035 itu, pejalan kaki tersebut menyeberang secara tiba-tiba melalui sela-sela pagar pembatas ketika bus melintas di jalur TransJakarta setelah Halte SMK 57.

"Di kawasan tersebut telah tersedia fasilitas Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang disediakan bagi para penyeberang jalan," ungkapnya.

Minim Penerangan

Selain itu, kata Betris, saat insiden terjadi, penerangan di lokasi tersebut minim. Betris mengatakan minimnya penerangan itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan.

"Selain penyeberang jalan menyeberang di jalur TransJakarta, pengemudi juga menyampaikan buruknya penerangan jalan di lokasi tersebut menjadi faktor atas kecelakaan," kata Betris.

Betris mengungkapkan, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan pendampingan penuh dari TransJakarta. Sementara pengemudi bus juga telah dimintai keterangan oleh polisi atas peristiwa ini.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.