ADVERTISEMENT

3 Alasan Sopir TransJ Tak Jadi Tersangka Kasus Tabrak Pejalan Kaki

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 09:13 WIB
Ruas jalan di sekitar Monas ditutup jelang aksi 212. Walaupun begitu, moda transportasi massal bus TransJakarta tetap beroperasi.
Transjakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah melakukan gelar perkara kasus bus TransJakarta menabrak pejalan kaki hingga tewas di Ragunan, Jakarta Selatan. Sopir TransJakarta tersebut tidak dijadikan tersangka dalam kasus kecelakaan ini.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan dari hasil olah TKP dan keterangan saksi serta bukti lainnya, tidak cukup unsur untuk menetapkan sopir TransJ sebagai tersangka.

"Iya, tidak jadi tersangka. Karena tidak cukup unsur, jadi tidak terpenuhi Pasal 310 ayat (4)," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Selasa (14/12).

Argo kemudian mengungkap tiga alasan utama mengapa sopir TransJakarta tidak ditetapkan sebagai tersangka di kasus kecelakaan tersebut. Berikut tiga alasan tersebut:


Bus TransJ Tak Punya Jarak untuk Mengerem


Dari hasil olah TKP diketahui jarak antara korban dan bus TransJ sebelum kecelakaan itu hanya 4 meter. Dengan kecepatan 30 Km/Jam, bus TransJ tidak punya ruang untuk melakukan pengereman.

"Dengan kecepatan 30 kilometer per jam itu memang terlambat untuk mengerem. Jadi kan habis nabrak baru ngerem," imbuhnya.

Dalam perhitungan traffic accident, kendaraan harus memiliki jarak minimal 10-14 meter untuk pengereman.

"Sepuluh meter untuk kondisi jalan kering, 14 meter untuk kondisi jalan basah," lanjutnya.


Bus TransJ Tak Punya Ruang Gerak untuk Bermanuver

Alasan kedua, bus TransJakarta tidak memiliki ruang gerak di jalur busway untuk melakukan manuver. Bus TransJakarta tidak dapat banting setir ke kiri ataupun ke kanan dengan kondisi ruang gerak yang sempit.

"Artinya, karena di jalur busway nggak mungkin belok ke kanan dan ke kiri. Kiri nabrak beton separator, (kalau) ke kanan nabrak pembatas jalan itu yang besi tengah itu," paparnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Saksikan Video 'Dirut TransJakarta Bantah Isu Sopir Bekerja Long Shift':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT