Kemnaker Rilis Grand Design Model Perluasan Kerja Berbasis Kawasan

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 20:18 WIB
Menaker dan Rektor IPB
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis grand design (rancangan induk) pengembangan model perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun 2021. Bersama IPB, pada tahun 2021 ini Kemnaker telah menetapkan lima lokasi sebagai program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan.

Kelima lokasi dengan karakteristik beragam tersebut yakni Kawasan Perhutanan Sosial Teluk Jambe di Karawang (Jawa Barat); Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang (Jawa Tengah); Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang (Sumatera Utara); Kawasan Agromaritim Teluk Weda di Halmahera Tengah (Maluku Utara); dan Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat).

Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan apresiasi kepada IPB yang telah mendukung dan setia mendampingi Kemnaker dalam merancang grand design, serta mendampingi program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan ini.

Termasuk dukungan Pemda dan dunia industri, serta seluruh pemangku kepentingan di kawasan-kawasan tersebut yang telah berkontribusi besar dalam mewujudkan program ini.

"Semoga grand design yang telah disusun dapat menjadi rujukan bagi program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan yang akan kita masifikasi di tahun-tahun mendatang. Semoga program ini dapat berkontribusi besar untuk memajukan sektor ketenagakerjaan di Indonesia," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).

Ida mengatakan dengan semangat kerja kolaboratif dan sinergi, pada tahun 2022, pihaknya kembali mencanangkan untuk mengembangkan perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan di 15 kawasan yang dipilih dengan pertimbangan keterwakilan wilayah dan karakteristik wawasan.

Antara lain kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, kawasan berbasis potensi daerah, kawasan destinasi wisata super prioritas, kawasan sekitar industri, kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta kawasan dengan pengangguran tinggi dan kemiskinan ekstrim.

"Dari lima kawasan yang kita bangun, insyaallah tahun 2022 kita akan kembangkan menjadi 15 kawasan. Mimpinya sebenarnya 99 kawasan yang kita bangun. Tapi mudah-mudahan kalau kita istikamah, konsisten, mau berkolaborasi, saya yakin dan percaya kita bisa kembangkan lebih dari yang kita kembangkan tahun 2022," ujarnya.

Lebih lanjut mengajak semua pihak terutama berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) untuk berperan aktif sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Pihaknya berharap program ini diintegrasikan dengan berbagai program di berbagai kementerian agar kerja keroyokan ini berdampak secara maksimal.

"Secara khusus kami mohon kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk mengasistensi terobosan ini," ujarnya.

Ida menegaskan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan dipilih sebagai terobosan untuk memaksimalkan kinerja program perluasan kesempatan kerja yang difokuskan untuk meningkatkan efektifitas perluasan kesempatan kerja, serta menggali seluruh potensi SDM dan SDA di kawasan tersebut, maupun potensi lainnya.

"Dengan pendekatan kawasan, terobosan ini diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan yang lebih efektif dan massif," ujarnya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan merupakan sebuah kebanggaan bagi Universitas IPB memperoleh kepercayaan untuk mengawal program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan di lima lokasi. Arif meyakini kerja sama dengan Kemnaker terus berlanjut karena tahun 2021 merupakan awal yang positif untuk mewujudkan design pengembangan model perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan.

"Terima kasih kepada Bu Menteri atas kepercayaannya sehingga ini juga kesempatan bagi IPB untuk terus dapat memberikan sumbangan inovasi teknologi. Kita juga belajar dari masyarakat tentang teknologi yang sudah dikembangkan di masyarakat, seperti yang ada di daerah Dieng," ujarnya.

(ncm/ega)