Menaker Apresiasi Kinerja Disnaker Provinsi se-Indonesia

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 13 Des 2021 23:36 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengapresiasi kinerja Dinas Ketenagakerjaan provinsi di Indonesia, khususnya Bidang Hubungan Industrial dan Jamsos dalam mengawal hubungan ketenagakerjaan yang harmonis. Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis Hubungan Industrial Dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada hari Senin di Jakarta.

Ida menjelaskan apresiasi diberikan terhadap kinerja Dinas Ketenagakerjaan provinsi dalam mengawal, baik itu memberikan pemahaman kepada pekerja atau buruh terkait UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta upah minimum provinsi maupun kabupaten/kota.

Apresiasi juga diberikan atas kinerja Dinas Ketenagakerjaan provinsi se-Indonesia dalam memberikan sosialisasi perluasan kepesertaan Jaminan Sosial, yang mana juga akan mengadakan program manfaat baru di tahun 2022 dalam bentuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta penyelesaian hubungan industrial baik di tingkat Bipartit maupun Tripartit yang selaras dengan aturan UU yang berlaku.

"Saya paham kondisi di lapangan teman-teman memiliki dinamika dalam menjalankannya, tapi atas keteguhan dan rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh teman-teman, kondisi hubungan ketenagakerjaan yang terjadi selama ini tetap kondusif dan harmonis," ungkap Ida dalam keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Ida menerangkan sesuai dengan rencana strategis 9 Lompatan Besar dari Kemnaker, kinerja yang dilakukan Ditjen PHI dan Jamsos masuk ke dalam poin keenam, yaitu Visi Baru Hubungan Industrial dengan arah kebijakan kepada pengembangan hubungan industrial yang lebih berkualitas dan adil, serta berorientasi pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ida menegaskan Ditjen PHI dan Jamsos akan memberikan suntikan Dana Dekonsentrasi yang diperuntukkan untuk Dinas Ketenagakerjaan di provinsi yang dalam hal ini membidangi Hubungan Industrial dan Jamsos.

"Terkait dana dekonsentrasi ini, nantinya akan dijelaskan secara detail pada Rakernis ini, saya harap dengan adanya dana dekonsentrasi ini bisa bermanfaat dalam penggunaannya menunjang kinerja hubungan industrial yang harmonis di tingkat daerah," pungkasnya.

(fhs/ega)