Serikat Pekerja TransJ Beri Penjelasan Soal Video Direksi Nonton Belly Dance

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 13:08 WIB
Jumpa pers serikat pekerja TransJakarta
Jumpa pers serikat pekerja TransJakarta (Foto: Muhammad Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Dua serikat pekerja TransJakarta, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) buka suara terkait video Direksi TransJ menonton belly dance di kafe. Mereka menyebut video tersebut direkam 2 tahun yang lalu.

"Tanggal kurang tau pasti, kurang lebih 2 tahun ke belakang. Jadi nggak ada laka lantas itu dikaitkan dengan kejadian 2020 itu. Kita hadir di situ, 4 serikat pekerja bersama direktur baru untuk kenalan," sebut Kuasa Hukum kedua serikat pekerja, Ade Sadarajat, saat konferensi pers di daerah Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021).

Dia mengaku bahwa penari belly dance tersebut tidak dipesan oleh rombongan TransJ. Karena, kata dia, memang restoran tersebut menyediakannya untuk umum.

"(Kami) tidak memesan belly dance. Tapi restoran tersebut memang menyediakan itu. Dan itu untuk umum. Bukan khusus untuk TransJ," terangnya.

Dia mengaku bahwa para serikat pekerja hanya diundang oleh Dirut TransJakarta sebelumnya, Alm. Sardjono Jhony. Bahkan, kata dia, Jhony membayar seluruh biaya tersebut menggunakan uang pribadi.

"Direktur utama yang lama, Bapak Sardjono Jhonny, almarhum yang undang, dan kita hanya hadir. Yang bayar uang pribadi beliau, bukan perusahaan," tegasnya.

Ade Sedarajat menegaskan, bahwa kegiatan ramah tamah itu berlangsung di luar jam operasional kerja pegawai TransJ. Dia menambahkan tidak ada satu pun operator TransJakarta yang hadir.

"Kondisi malam selepas jam operasional, tidak ada sangkut paut dengan kita bekerja. Saya tegaskan sekali lagi, dalam pertemuan itu hanya 4 serikat dan jajaran direksi tanpa operator satu pun di situ, tidak ada," terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya sedang mencari tahu penyebar video tersebut. Dia menambahkan tidak akan segan-segan membawa ke jalan hukum jika tidak ada yang meminta maaf.

"Saat ini oknum belum tahu, cuma kita sedang mencari tahu. Kita mau proses (hukum), mau tahu, kasih 1x24 jam, kalau nggak ada yang minta maaf kita proses," sambungnya.

Simak Video 'Dirut TransJakarta Gandeng Polda Metro, Tekan Angka Kecelakaan Bus!':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/dhn)