Permukiman Warga Suku Laut di Riau Rusak Dihantam Gelombang 4 Meter

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 13:11 WIB
Rumah warga Suku Laut di Riau rusak diterjang ombak tinggi (dok. Istimewa)
Rumah warga Suku Laut di Riau rusak diterjang ombak tinggi. (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Permukiman warga Suku Laut di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, porak-poranda diterjang ombak laut setinggi 3-4 meter. Warga berharap ada bantuan dari pemerintah.

Ombak tinggi menerjang permukiman Suku Laut di Desa Panglima Raja, Concong, Inhil, pada Rabu (8/12/2021). Rumah panggung yang berdiri di atas laut itu porak-poranda.

"Kejadian permukiman Suku Laut diterjang ombak terjadi kemarin sekitar pukul 12.15 WIB. Seratusan rumah rusak berat," kata Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia, PRj Haryono Maha Seri Bijawangsa, kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Haryono mengatakan ombak tinggi menghantam permukiman secara tiba-tiba. Ombak tinggi, katanya, terjadi karena angin utara atau yang lebih dikenal masyarakat meno utaru.

"Jadi memang yang terjadi sekarang ini kita sebut meno utaru atau angin utara dari Desember sampai Februari. Tapi tahun ini itu gelombang paling tinggi dari biasanya," kata dosen Universitas Riau tersebut.

Haryono bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, katanya, ratusan rumah warga rusak.

"Korban jiwa tidak ada, tapi kalau rusak sedang ringan sampai berat ada ratusan rumah. Rumah-rumah di sana panggung, ketinggian ombak sekarang 8-7 meter dan sampai ke pemukiman 3-4 meter," katanya.

Rumah warga Suku Laut di Riau rusak diterjang ombak tinggi (dok. Istimewa)Rumah warga Suku Laut di Riau rusak diterjang ombak tinggi. (dok. Istimewa)

Dia mengatakan ombak laut tinggi terakhir kali terjadi pada 5 tahun lalu. Namun, kondisinya tidak sampai merusak ratusan rumah Suku Laut yang dibangun panggung.

"Kondisi kampung sekarang hancur, yang jelas beberapa fasilitas umum. Kemudian ada warga mengungsi karena rumahnya ambruk, ada yang rusak ringan dan mulai diperbaiki seadanya," katanya.

"Mereka butuh sembako, karena dapur hancur semua. Kita berharap pemerintah turunlah karena ini dampak gelombang langsung, isi dapur berserakan kemarin. Setiap tahun seperti itu, tapi ini paling besar. Biasa ombak hanya sampai 1 meter saja," katanya.

Haryono mengatakan ada 350 kepala keluarga yang tinggal di daerah itu. Lokasi permukiman tersebut berjarak 3 jam dari Kota Tembilahan jika ditempuh dengan speedboat.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan tim BPBD Indragiri Hilir sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga.

"Sudah ditangani BPBD Indragiri Hilir, kita sudah koordinasikan," katanya.

(ras/haf)