Kasus Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi Unsri Lewat Chat Naik ke Penyidikan!

M Syahbana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 12:13 WIB
Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan (M Syahbana-detikcom)
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Polisi menaikkan status penanganan perkara dugaan dosen melecehkan mahasiswi lewat chat atau percakapan dari aplikasi perpesanan ke penyidikan. Kasus ini dilaporkan oleh tiga mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri).

"Perkara sudah naik ke tahap penyidikan," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Hisar mengatakan pihaknya telah memeriksa empat orang saksi. Ada tiga saksi lagi yang dijadwalkan untuk diperiksa.

"Sejauh ini sudah ada empat saksi yang kita periksa. Hari ini (9/12) tiga lagi yang akan diperiksa," katanya.

"Ada beberapa saksi yang tidak mau datang ke Polda, jadi penyidik yang mengalah mendatangi untuk meminta keterangan," sambungnya.

Sebelumnya, dosen Unsri berinisial R, yang belakangan diketahui bernama Reza Ghasarma, telah membantah soal tuduhan tiga orang mahasiswi terkait dugaan pelecehan seksual lewat chat itu. Reza menyebut laporan itu fitnah.

"Semua yang dituduhkan ke saya itu fitnah. Mahasiswa saya itu banyak, jadi tidak mungkin semua chat saya simpan. Saya chat hanya sebagai antara dosen pembimbing dan mahasiswanya," kata Reza kepada wartawan, Rabu (8/12).

Dia mengatakan nomor ponsel yang dilaporkan oleh para mahasiswi itu ke polisi bukan miliknya. Dia mengatakan tidak mengirim pesan yang diduga melecehkan ketiga mahasiswi itu.

"Nomor yang dilaporkan mereka itu bukan nomor saya, bukan saya yang chat ke mereka," ucapnya.

Sebagai informasi, polisi menerima empat laporan terkait dugaan pelecehan yang dialami empat mahasiswi Unsri. Ada dua dosen yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

Pada kasus pertama, polisi telah menetapkan dosen bernama Adhitya Rol Asmi (34) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap mahasiswi berinisial DR. Korban diduga dicabuli saat bimbingan skripsi.

Adhitya telah ditahan oleh polisi. Selain itu, Unsri telah mencopot Adhitya dari jabatannya dan memberikan sanksi berupa penundaan naik pangkat, penundaan naik gaji, hingga penundaan sertifikasi dosen. Unsri menyerahkan kasus hukum ke polisi.

Kedua, polisi masih mengusut dugaan pelecehan oleh dosen berinisial R yang belakangan diketahui sebagai Reza. Kasus ini dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi, yakni C, F, dan D. Pelecehan diduga terjadi lewat aplikasi perpesanan.

Simak Video 'Dosen Unsri Pelaku Pencabulan Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi Ditahan!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)