BPIP: Setop Penyebaran Video Olvah Alhamid yang Berbau Rasisme!

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 14:20 WIB
Romo Benny Susetyo CNN IndonesiaSafir Makki
Romo Benny Susetyo (Pool)
Jakarta -

Finalis Puteri Indonesia 2015, Olvah Alhamid, sudah meminta maaf atas pernyataan dia dalam video Instagram Story yang berisi ucapan berbau rasisme. Meski begitu, video itu kadung viral dan menyebar di media sosial. Warganet (netizen) diminta menghentikan penyebaran video itu.

"Hentikan! Netizen perlu menjadi komunitas pemutus kata. Kalau dampaknya buruk, kita harus secara proaktif menghentikan konten Olvah Hamid sehingga tidak menimbulkan keresahan publik dan pembelahan masyarakat," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, kepada detikcom, Rabu (8/12/2021).

Konten video itu mengambil tempat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Video itu sendiri sudah tidak ada di IG Story Olvah dan disusul oleh video klarifikasi dan permintaan Olvah. Di Twitter dan TikTok, video itu masih beredar dan bisa dilihat banyak netizen. Padahal, penyebaran video itu harus dihentikan sekarang juga.

"Jadi kita juga harus selektif memilah dan melihat dampaknya," kata Romo Benny.

Efek video bernada kebencian suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di negara majemuk seperti Indonesia bisa sangat merusak. Maka, perlu kesadaran dari netizen untuk menjadi 'komunitas pemutus kata', bukan 'komunitas pembiak kata' yang asal share dan forward sembarang konten.

"Perlu diciptakan kesadaran dan gerakan 'komunitas pemutus kata'. Ketika ada narasi kebencian SARA, mereka akan bergerak untuk tidak memviralkan dan tidak diperbincangkan. Kesadaran ini harus dibangun netizen," ujar Romo Benny.

Soal latar belakang Olvah Alhamid yang mengaku pernah menjadi korban diskriminasi berbasis ras di Surabaya saat masa kecilnya, Romo Benny mengimbau Olvah dan semua pihak yang aktif di media sosial bisa memisahkan masalah pribadi dan masalah publik. Masalah pribadi tidak perlu dijadikan masalah publik yang justru menjadi pemecah belah.

"Pengguna media sosial harus bijaksana dan hati-hati karena negara ini negara majemuk," kata Romo Benny.

Simak video 'Minta Maaf, Olvah Alhamid Ngaku Juga Sering Dapat Perlakuan Rasis':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, sekilas soal video Olvah Alhamid: