Strategi Mendikbud Nadiem-Menag Yaqut Sisipkan Antikorupsi di Pendidikan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 18:08 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Tangkapan layar WINNER 2021)

"Yang kedua, integrasi dalam mata pelajaran dengan substansi pendidikan moral. Pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama adalah pelajaran yang paling relevan untuk kita semua bisa menyampaikan pendidikan nilai, meski tidak menutup kemungkinan mata pelajaran lain juga bisa," katanya.

"Dalam pendidikan agama, nilai antikorupsi diintegrasikan dalam mata pelajaran Al-Qur'an, hadis, fikih, akhlak tanpa harus menyebut pendidikan antikorupsi. demikian dengan pelajaran agama lainnya, yang penting adalah substansi pendidikan itu. Dalam hal ini tentu kita berterima kasih kepada guru agama yang intens menanamkan pentingnya nilai mulia tadi meski tanpa instruksi menanamkan pendidikan antikorupsi. Mereka sudah bergerak, karena menjadi mandat utama terkait pendidikan moral keagamaan," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyambut baik masukan-masukan yang diterima. Menurutnya, pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini.

"Kemendikbud-Ristek karena pengampu kepentingan dan juga pewarna penentu arah ke nasional pendidikan nasional kita. Mulai dari PAUD, dasar, menengah atas, sampai ke pendidikan tinggi. Kemudian, kenapa kami juga bergandengan tangan dengan Kementerian Dalam Negeri karena di beberapa kewenangan pemerintahan daerah misalnya untuk SMP, SD, dan PAUD itu sebagian kewenangan manajemen ASN nya guru-gurunya itu dalam komando pemda," kata Ghufron.

"Sementara untuk Kemendikbud hanya untuk pendidikan tinggi ke atas. Jadi pendidikan baik akademik maupun vokasi strata 1, S2, maupun S3 provinsi kewenangan pemerintah daerah," tambahnya.

Ghufron mengatakan kerja sama lembaga ini perlu terus terjalin guna Indonesia bebas dari korupsi. Hal itu demi generasi ke depan yang berintegritas sehingga perilaku koruptif dapat dihilangkan.

"Oleh karena itu, semangat ini sebagaimana disampaikan oleh Pak Mendikbud-Ristek dengan gotong-royong kita mampu mengukir harapan. Dengan bergotong-royong tidak ada yang sulit untuk memberantas korupsi. Kalau kita ini menjadi commit atas visi yang sama untuk memberantas korupsi, mulai pendidikan karakter, pendidikan ke integritas, maka kita bisa berharap masa depan kita akan melahirkan generasi-generasi yang berintegritas," katanya.

"Dengan integritas ini, sesungguhnya bukan hanya di korupsi, tapi juga akan anti-intoleran, antiradikalis, antinarkoba, dan lain-lainnya. Sesungguhnya baik intoleran, korupsi, radikal itu bermuara dari satu itu, kita yang sama ketidakmampuan kita membentuk kader bangsa berintegritas sehingga turunannya menjadi tidak berintegritas, tidak antikorupsi, tidak berkolaboratif, tidak persatuan," tambahnya.


(azh/rfs)