KPK Risau 86% Koruptor Bergelar S2: Makin Cerdas Harusnya Berdedikasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 12:36 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron merisaukan soal 86 persen koruptor itu bergelar sarjana pendidikan tinggi S2. Ghufron menyebut seseorang yang memiliki pendidikan tinggi seharusnya memiliki dedikasi yang juga tinggi.

"Yang paling merisaukan kita adalah 86 persen adalah alumni perguruan tinggi. Jangan risau tentang angka 86 persen, karena apa? Tidak mungkin punya kesempatan untuk korup kecuali pejabat, tidak mungkin jadi pejabat kalau tidak alumni perguruan tinggi, tidak sarjana," kata Ghufron dalam Webinar Pembukaan Rakornas Pendidikan Antikorupsi 2021, Selasa (7/12/2021).

Ghufron menyebut koruptor yang berpendidikan tinggi mencapai 86% dan yang tertinggi adalah S2. Sementara dari 86 persen koruptor, 30 persen berpendidikan S1 dan 10 persen berpendidikan S3.

"Dari 86 persen itu, paling besar S2. Baru S1 sekitar 60 persen, dari 86 persen itu S2, 30 persen S1, 10 persennya S3. Saya tidak akan memperpanjang dan akan mem-blow up tentang 86 persennya. Tetapi apa maknanya? Bahwa ternyata semakin tinggi pendidikan, harapannya bukan hanya cerdas, bukan hanya terampil. Tapi dedikasi karakter integritasnya mestinya juga semakin tinggi," sambungnya.

Ghufron menyebut pendidikan antikorupsi tentu akan berperan dalam menyelesaikan masalah itu. Pasalnya, kata Ghufron, banyak orang yang berpendidikan tinggi tapi rendah integritasnya.

"Ini menunjukkan bahwa sebagaimana dilansir di awal tadi mestinya berdasarkan pasal 1 angka 1 undang-undang 20 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan adalah upaya yang sadar dan terencana, untuk meningkatkan spiritualitas diri, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan. artinya dari 6 tujuan pendidikan 4 itu adalah integritas," katanya.

"Tapi dari 6 elemen pendidikan tersebut faktanya pada saat rekrutmen pendidikan, pada saat proses dan pada saat evaluasi belajar ternyata yang 4 elemen integritasi itu minim, yang diukur hanya integritas dan keterampilan," tambahnya.

Lebih lanjut, Ghufron mengatakan pendidikan bukan hanya sebuah jembatan menuju jenjang karir. Melainkan pendidikan juga harus membangun kepribadian hingga kecerdasan yang baik.

"Ini menunjukkan bukan salah tapi ternyata kita ada yang kurang tidak memenuhi tujuan-tujuan pendidikan, bahwa pendidikan bukan sekedar jembatan pada pekerjaan, bukan hanya jembatan mencari uang. Tapi dibalik pekerjaan, dibalik uang itu harus ada spiritualitas, harus ada pengendalian diri, harus ada akhlak mulia, harus ada kepribadian, ini yang kemudian proses pembelajaran saat ini hanya mengukur kecerdasan dan keterampilan," katanya.

"Efeknya apa? Efeknya sebagaimana kami Tampilkan tadi ternyata 86% pendidikan koruptor itu adalah alumni perguruan tinggi, itu datanya Pak, mudah-mudahan nanti bisa dicermati oleh para pemangku kepentingan pendidikan ini," imbuhnya.

Simak Video 'Mahfud Singgung Ucapan Bung Hatta soal Korupsi Sudah Jadi Budaya':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/aud)