Imbas Kecelakaan Berturut, PDIP Desak DPRD Bentuk Pansus TransJakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:51 WIB
Transjakarta tabrak separator busway d Sudirman, Jumat (3/12/2021)
TransJakarta tabrak separator busway di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

PDIP mengusulkan DPRD DKI Jakarta membentuk panitia khusus (pansus) imbas dari kecelakaan bus TransJakarta selama 2 hari berturut. Menurut PDIP, pansus ini akan mengawasi kinerja direksi hingga operator bus TransJakarta.

"Saya mengusulkan pimpinan, perlu juga Komisi B membuat pansus tentang TransJakarta. Karena ini sebuah kekhususan yang harus kita angkat dalam memberi pelayanan prima kepada rakyat Jakarta," kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Manuara Siahaan saat rapat bersama Direksi TransJakarta, Senin (6/12/2021).

Manuara membeberkan urgensi dari dibentuknya pansus TransJakarta. Menurutnya, terdapat celah dalam hal pengawasan kerja operator bus.

"Pergeseran yang kita maksud, perhatikan direksi, catat baik-baik. Kita sudah rumuskan SPM dan atas SPM itulah operator dibayar. Saya melihat yang kedua ada celah yang bisa dimainkan operator dan pengawas dari TJ," jelasnya.

"Saya kurang tahu yang ketiga, akan saya tanya, ketika sesungguhnya SPM tidak bisa dipenuhi, tapi diizinkan layak jalan misalnya. Untuk kalian awasi betul, ada pergantian pramudi di tengah jalan, tetapi dia diizinkan layak jalan," lanjut dia.

Senada dengan Manuara, anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Adi Kurnia meminta pansus TransJakarta tidak hanya difungsikan untuk pengawasan kinerja direksi. Melainkan juga untuk mengusut tuntas kecelakaan bus TransJakarta yang kerap berulang.

"Saya mendorong dibentuknya pansus TransJakarta mengenai kecelakaan yang kurang dari 50 hari. Terus, mendorong bagaimana ke depannya Komisi B khususnya melakukan rapat kerja kembali mengundang para pihak terkait, termasuk operator dan pengemudi," ujar Adi.

Selain itu, Adi meminta ke depan DPRD dapat mengadakan fit and proper test terhadap calon direksi TransJakarta.

"Seharusnya ada pertimbangan karena ini menyangkut representasi dewan rakyat harusnya minimal meskipun dewan nggak jadi pemutus, dipertimbangkanlah (fit and proper)," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bus TransJakarta menabrak Pos Lantas di PGC pada Kamis (2/12). Akibatnya, Pos Lantas tersebut hancur. Bus juga mengalami kerusakan.

Pada Jumat (3/12), bus TransJakarta kembali mengalami kecelakaan. Bus menabrak separator pemisah busway di Jl Sudirman. Akibatnya, separator dan bus mengalami kerusakan.

(taa/aud)