Jenderal Dudung Bilang 'Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama', Ini Kata Menag

Eva Safitri - detikNews
Senin, 06 Des 2021 12:19 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Kemenag)

Penjelasan TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan soal pernyataan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tentang 'jangan terlalu dalam mempelajari agama'.

Brigjen Tatang mengatakan maksud KSAD ialah dalam mempelajari agama harus ada pendampingan guru atau ustaz. Sebab, lanjutnya, mempelajari agama tanpa pendampingan ahli bisa berpotensi terjadi penyimpangan.

"Itulah maksud yang disampaikan Kasad pada video yang ditayangkan di akun YouTube Dispenad pada saat memberikan kultum usai salat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih," ujar Brigjen Tatang seperti dikutip dari situs resmi TNI AD, Senin (6/12/2021).

Brigjen Tatang hadir dalam kegiatan kultum tersebut. Dalam kegiatan tersebut, KSAD menjelaskan saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa ada guru yang ahli.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat seseorang mudah teperdaya oleh oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

"Dengan belajar agama sendiri, apalagi secara mendalam tanpa guru, cenderung akan mudah terpengaruh. Pada akhirnya justru akan dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan," katanya.

"Misalnya, kata hadis ini ikut. Kemudian, kata hadis yang lain, juga ikut. Oleh karenanya, jangan terlalu dalam mempelajari agama tanpa guru pembimbing yang ahli. Berbeda apabila ada yang mengarahkan dan membimbing dengan benar dan ahli," tambahnya menjelaskan.


(eva/tor)