TNI AD Jelaskan Ucapan Jenderal Dudung 'Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 10:36 WIB
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat memimpin apal pencegahan penyebaran COVID-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/9/2020). Agung Pambudhy
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan soal pernyataan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tentang 'jangan terlalu dalam mempelajari agama'.

Brigjen Tatang mengatakan maksud KSAD ialah dalam mempelajari agama harus ada pendampingan guru atau ustaz. Sebab, lanjutnya, mempelajari agama tanpa pendampingan ahli bisa berpotensi terjadi penyimpangan.

"Itulah maksud yang disampaikan Kasad pada video yang ditayangkan di akun YouTube Dispenad pada saat memberikan kultum usai salat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih," ujar Brigjen Tatang seperti dikutip dari situs resmi TNI AD, Senin (6/12/2021).

Brigjen Tatang hadir dalam kegiatan kultum tersebut. Dalam kegiatan tersebut, KSAD menjelaskan saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa ada guru yang ahli.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat seseorang mudah terpedaya oleh oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

"Dengan belajar agama sendiri, apalagi secara mendalam tanpa guru, cenderung akan mudah terpengaruh. Pada akhirnya justru akan dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan," katanya.

"Misalnya, kata hadis ini ikut. Kemudian, kata hadis yang lain, juga ikut. Oleh karenanya, jangan terlalu dalam mempelajari agama tanpa guru pembimbing yang ahli. Berbeda apabila ada yang mengarahkan dan membimbing dengan benar dan ahli," tambahnya menjelaskan.

Simak juga 'KSAD Minta Prajurit TNI Tempel Polisi di Setiap Kegiatan':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/tor)