Ketua MUI Kritik Jenderal Dudung soal 'Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama'

Eva Safitri - detikNews
Senin, 06 Des 2021 11:51 WIB
Kyai Cholil Nafis
Muhammad Cholil Nafis (Foto: istimewa)
Jakarta -

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melontarkan pernyataan tentang 'jangan terlalu dalam mempelajari agama'. Ketua MUI Muhammad Cholil Nafis mempertanyakan maksud Jenderal Dudung tersebut.

"Saya tak paham apa yang dimaksud, tapi dalam pemahaman saya yang mengikuti hadis, baca hadis kalau orang dikehendaki baik oleh Allah di antaranya adalah orang yang paham agama, bahkan yang mendalami agama," kata Cholil, kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Cholil mengatakan memahami agama memang harus mendalam. Oleh karena itulah dia mempertanyakan maksud Jenderal Dudung.

"Jadi memang memahami agama harus mendalam, kalau lurus-lurusnya. Saya nggak tau apa yang dimaksud oleh beliau itu apa, maka saya tanya apa maksudnya," ucapnya.

Menurut Cholil, Jenderal Dudung sebaiknya fokus pada tugas dan kewenangannya sebagai KSAD. Dia menyebut banyak hal yang harus menjadi perhatian di internal TNI, termasuk kondisi Papua.

"Karena beliau KSAD, maka saya harap beliau fokus pada tugasnya, karena kita bisa melihat Papua masih butuh perhatian khusus, kesejahteraan TNI itu juga perlu diperhatikan, profesionalismenya juga perlu ditingkatkan," ujarnya.

"Saya pikir fokus itu lebih baik, karena agama bukan tupoksinya, bukan wilayahnya, sehingga sering disalahpahami," lanjut Cholil.

Cholil lantas berkelakar menawari Jenderal Dudung mengikuti standardisasi dai jika ingin berganti profesi.

"Tapi kalau bahasa canda saya kalau mau ganti profesi jadi penceramah, kami di MUI sedang melakukan standardisasi dai agar dai punya pemahaman agama yang wasafiah, menjalani agama juga paralel dengan wawasan kebangsaan, itu kelakar saya saja," tuturnya.

Penjelasan TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan soal pernyataan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tentang 'jangan terlalu dalam mempelajari agama'.

Brigjen Tatang mengatakan maksud KSAD ialah dalam mempelajari agama harus ada pendampingan guru atau ustaz. Sebab, lanjutnya, mempelajari agama tanpa pendampingan ahli bisa berpotensi terjadi penyimpangan.

"Itulah maksud yang disampaikan Kasad pada video yang ditayangkan di akun YouTube Dispenad pada saat memberikan kultum usai salat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih," ujar Brigjen Tatang seperti dikutip dari situs resmi TNI AD, Senin (6/12/2021).

Brigjen Tatang hadir dalam kegiatan kultum tersebut. Dalam kegiatan tersebut, KSAD menjelaskan saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa ada guru yang ahli.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat seseorang mudah teperdaya oleh oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Simak juga 'KSAD Minta Prajurit TNI Tempel Polisi di Setiap Kegiatan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/tor)