Jenderal Dudung Bilang 'Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama', Ini Kata Menag

Eva Safitri - detikNews
Senin, 06 Des 2021 12:19 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merespons pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tentang 'jangan terlalu dalam mempelajari agama'. Yaqut mengaku tidak tahu persis apa yang disampaikan Jenderal Dudung.

"Saya tidak tahu persis apa yang dimaksud dan yang dipidatokan KSAD," kata Yaqut, kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Namun, Yaqut menilai yang dimaksud Jenderal Dudung adalah tidak belajar agama terlalu dalam sendirian. Tetapi harus ada pendampingan dari guru, kiai, atau ulama.

"Tetapi saya bisa menduga, yang dimaksud adalah jangan belajar agama sendiri terlalu dalam. Tetapi dalamilah agama dengan bimbingan guru atau kiai atau ulama. Sebagaimana Al Ghazali sampaikan; barangsiapa yang tidak mempunyai guru yang memberi petunjuk, maka setan yang akan menuntunnya," ujarnya.

"Imam Abu Yazid Al Bustomi dalam bahasa lain mengatakan; barangsiapa tidak mempunyai guru, maka imamnya adalah setan. Tapi apa maksud sebenarnya dari pernyataan KASAD, tentu beliau sendiri yang tahu," lanjut Yaqut.

Sementara itu, Wamenag Zainut Tauhid mengajak masyarakat tabayun dan meneliti dulu maksud dari Jenderal Dudung. Dengan demikian, menurutnya, tidak timbul tafsir kesalahpahaman.

"Saya belum mendengar secara persis apa yang disampaikan Pak KSAD, Mas. Sebaiknya semua pihak melakukan tabayun atau crosscheck terlebih dahulu sebelum memberikan komentar. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada kegaduhan," ucapnya.

Tonton video 'Anggota DPR Termuda Hillary Batalkan Permintaan Pengawalan TNI':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut