Ma'ruf Telepon Khofifah-Risma, Minta Tangani Cepat Erupsi Gunung Semeru

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 22:00 WIB
Maruf Amin menelepon Khofifah dan Risma bertanya mengenai penanganan erupsi Gunung Semeru
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)

Mendapat instruksi tersebut, Risma pun menyanggupi. Risma juga melaporkan apa yang sudah dilakukan Kemensos serta mempersiapkan kemungkinan adanya erupsi susulan.

"Sejak semalam sudah disiapkan Bapak. Hanya terkait masalah gunung, memang masih ada kemungkinan akan ada erupsi lagi, namun belum tahu akan lebih besar, lebih kecil, atau sama. Karena harus dilihat kondisi di gunungnya sendiri," tutur Risma.

Pada saat Ma'ruf menelepon, Risma sedang bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, sehingga Ma'ruf dapat berbicara langsung dengannya. Kepada Ma'ruf, Thoriq memberikan informasi situasi terkini terkait bencana erupsi Gunung Semeru.

"Sementara posisi (luncuran) awan panas itu hari ini medannya agak sulit, karena ada beberapa jalur yang sebelumnya pemukiman (tenggelam) karena luapan sungai," lapornya.

"Jadi, sungai yang dalam itu, sekarang rata dengan persawahan. Sekarang sudah tidak ada sungai," imbuh Thoriq.

Adapun masyarakat di sekitar sungai, kata Thoriq, sebagian besar sudah terevakuasi ketika terjadi luncuran awan panas. Dia juga menyebut warga yang terlambat diselamatkan karena saat ini ada di tambang pasir dan sawah.

"Tapi ada masyarakat yang kerja di tambang pasir, yang masih ada di sawah, itu mungkin karena keterlambatan evakuasi, jadi tidak bisa terselamatkan," ujarnya menyayangkan.

Mendengar laporan itu, Ma'ruf meminta agar Thoriq terus melakukan upaya penyelamatan.

"Diantisipasi semua ini ya, Pak Bupati, penyelamatan-penyelamatan yang lain," perintahnya.

Lebih lanjut, Thoriq mengungkapkan saat ini proses evakuasi sudah dibantu Tim Gabungan TNI-Polri. Dia juga menjabarkan rumah sakit yang disediakan untuk penanganan korban.

"Kita prioritaskan dulu yang manusia, yang jiwa yang perlu ada percepatan untuk penanganan," ujar Thoriq.

"Rumah sakit di daerah sekitar ada 1 rumah sakit dan 3 puskesmas. Kita butuh penanganan cepat yang jembatan putus, Bapak," tambahnya.

Selain itu, mengenai putusnya jembatan, Ma'ruf memerintahkan Thoriq untuk berkoordinasi dengan Panglima TNI. Hal itu agar TNI mengerahkan pasukan dari korps Zeni TNI Angkatan Darat.

"Supaya itu koordinasikan dengan Panglima TNI untuk mengerahkan pasukan dari korps Zeni TNI AD. Itu biasanya (terkait) jembatan tugas mereka," perintah Ma'ruf.

Mendapat instruksi tersebut, Thoriq pun menyampaikan akan melaksanakan. Sebab Panglima TNI juga sedang dalam perjalanan ke Lumajang.

"Ada jembatan yang menghubungkan Lumajang dan Malang yang terputus. Jadi saya minta Kabupaten Malang minta bantu Pronojiwo karena kita tidak bisa ke sana, Bapak," ungkap Thoriq.

Menutup percakapannya, Ma'ruf turut mendoakan agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan para korban terdampak guguran awan panas Semeru dapat segera tertangani.


(lir/imk)