2 Hari Beruntun Kecelakaan Bikin Direksi TransJ Dievaluasi Pemprov DKI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 06:11 WIB
Bus Transjakarta menabrak separator busway di daerah Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/12). Kecelakaan itu mengakibatkan bagian depan bus Transjakarta rusak.
Transjakarta tabrak separator busway di Sudirman (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kecelakaan melibatkan Transjakarta terjadi selama dua hari berturut-turut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut, namun menimbulkan kerusakan fasilitas di lokasi kejadian.

Untuk diketahui, Transjakarta terlibat kecelakaan berturut-turut pada Kamis (2/12) dan Jumat (3/12) kemarin. Pada Kamis (2/12) lalu, TransJ menabrak Pos Lantas PGC Cililitan, Jaktim, kemudian keesokannya TransJ menabrak separator busway di Jl Sudirman.

Menindaklanjuti kejadian kecelakaan ini, Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi Transjakarta. Pemprov DKI menduga direksi tidak bekerja optimal.

"Ada indikasi memang ada yang tidak dilaksanakan secara optimal gitu dan menjadi tanggung jawab siapa, saya kira akan ada keputusan lagi," kata Plt Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Riyadi kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Riyadi tidak menjelaskan lebih lanjut siapa direksi yang diduga tak bekerja secara optimal. Dia mengatakan evaluasi bakal dilakukan secara menyeluruh.

"Semuanya kita evaluasi," ucapnya.

Gandeng KNKT Audit Transjakarta

Pemprov DKI akan menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengaudit PT TransJakarta.

"Kami akan melakukan audit menyeluruh terkait dengan keselamatan operasi. Kemudian dalam proses audit ini rencananya TransJakarta akan bekerja sama dengan KNKT," kata Plt Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Riyadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Riyadi menilai KNKT memiliki kompetensi dalam keselamatan operasi transportasi. Tujuannya adalah menilai apakah kecelakaan tersebut terjadi karena bus tidak layak beroperasi atau ada faktor lain.

"Makanya TransJ kerja sama dengan KNKT karena di sanalah yang punya kompetensi itu. Saya juga di BUMD nggak punya kompetensi terkait keselamatan operasi transportasi. KNKT yang punya kompetensi untuk cek sejauh mana keselamatan transportasi," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

Simak Video: Kecelakaan TransJ di Cawang Gegara Sopir Hilang Kesadaran Akibat Epilepsi

[Gambas:Video 20detik]