Pilu Siswi SMP Disekap-Diperkosa Anak Anggota DPRD Pekanbaru

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 22:29 WIB
a woman sitting on ground with arm around lower head, sexual violence , sexual abuse, human trafficking concept with shadow edge in white tone
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God)

Korban Lapor Polisi

Korban mengaku tak berani langsung melapor usai kejadian pada 25 September lalu karena terus diancam dan diintimidasi. Akhirnya, pada Jumat (19/11/2021) korban dan keluarganya pun melaporkan ke Polresta Pekanbaru.

Dalam laporannya, ayah korban meminta pelaku segera ditangkap. Apalagi pelaku adalah anak salah satu anggota DPRD di Pekanbaru.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan mengatakan sudah menerima laporan korban. Selanjutnya, dia akan mendalami laporan tersebut.

"Sudah diterima tadi sore (laporan korban). Masih lidik (soal pelaku diduga anak anggota DPRD)," kata Juper.

Keluarga Korban Tolak Damai

Seorang siswi SMP berinisial AS (15) melaporkan dugaan penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan anak salah satu anggota DPRD Pekanbaru. Keluarga korban mengaku didatangi pihak terlapor untuk berdamai.

"Mereka datang setelah saya melapor. Dia datang mau minta ini lah, itu lah. Ya mana saya terima, anak saya udah cacat seumur hidup," kata ayah korban, A, kepada wartawan, Senin (22/11).

A mengatakan keluarga diduga pelaku datang ke rumah korban minta berdamai. Dia mengaku menolak mentah-mentah tawaran berdamai karena sakit hati.

Pengacara AS, Dedy Harianto Lubis, mengatakan pihak korban telah datang ke rumah terduga pelaku sebelum membuat laporan. Namun, katanya, keluarga terduga pelaku menolak penyelesaian kasus secara kekeluargaan.

"Setelah kejadian, jauh sebelum laporan itu keluarga korban sudah datang ke rumah si pelaku. Ya mau diselesaikan kekeluargaan, tapi ditolak sama keluarga anggota DPRD ini," katanya.