Kasus Anak Anggota DPRD Pekanbaru Perkosa Siswi, Keluarga Korban Tolak Damai

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:18 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi Pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Pekanbaru -

Seorang siswi SMP berinisial AS (15) melaporkan dugaan penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan anak salah satu anggota DPRD Pekanbaru. Keluarga korban mengaku didatangi pihak terlapor untuk berdamai.

"Mereka datang setelah saya melapor. Dia datang mau minta ini lah, itu lah. Ya mana saya terima, anak saya udah cacat seumur hidup," kata ayah korban, A, kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

A mengatakan keluarga diduga pelaku datang ke rumah korban minta berdamai. Dia mengaku menolak mentah-mentah tawaran berdamai karena sakit hati.

"Sebelum lapor saya yang datang ke sana, tapi tidak direspons, sakit lah omongannya," kata A.

A menyebut penyekapan dan pemerkosaan diduga terjadi di rumah orang tua pelaku AR. Rumah itu juga tempat tinggal orang tua terduga pelaku dan masih menjabat anggota DPRD Pekanbaru, ES.

Pengacara AS, Dedy Harianto Lubis, mengatakan pihak korban telah datang ke rumah terduga pelaku sebelum membuat laporan. Namun, katanya, keluarga terduga pelaku menolak penyelesaian kasus secara kekeluargaan.

"Setelah kejadian, jauh sebelum laporan itu keluarga korban sudah datang ke rumah si pelaku. Ya mau diselesaikan kekeluargaan, tapi ditolak sama keluarga anggota DPRD ini," katanya.

Dedy berharap polisi mengusut kasus ini. Dia mengatakan korban merupakan anak di bawah umur.

"Kita berharap polisi mengusut kasus ini. Bagaimanapun korban ini anak di bawah umur. Ini kan jelas pidana," kata Dedy.

Sebelumnya, A mendatangi Polresta Pekanbaru bersama sang anak dan kuasa hukum, Jumat (19/11/2021). Dia melapor setelah anaknya yang diduga disekap dan diperkosa dua kali oleh AR.

Pemerkosaan diduga dilakukan di rumah anggota DPRD Pekanbaru, ES. Korban mengaku baru berani melapor setelah kejadian pada 25 September lalu karena terus diancam dan diintimidasi.

(ras/haf)