ADVERTISEMENT

Geram Joged Bumbung Porno Marak di Medsos, Koster Minta Aparat Bertindak

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 22:57 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengkritik kebijakan garam beryodium era Soeharto. (tangkapan layar Youtube Pemprov Bali)
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengkritik kebijakan garam beryodium era Soeharto. (tangkapan layar Youtube Pemprov Bali)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengecam adanya pornoaksi dalam kesenian tradisional Joged Bumbung. Koster merasa kesenian khas Bali itu dilecehkan oleh pihak-pihak yang sengaja menampilkan aksi porno dalam tarian tersebut.

"Kami mengecam dan sangat menyayangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menampilkan kesenian Joged Bumbung dengan sengaja mempertontonkan adegan yang tidak terpuji, melanggar etika dan kesantunan tari Bali," kata Koster dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Koster menyebut beberapa konten Joged Bumbung porno kembali beredar luas di media sosial (medsos). Situasi itu mengundang keprihatinan semua pihak, seperti seniman, pencinta Joged Bumbung, budayawan, hingga masyarakat.

"Peredaran joget porno ini telah menimbulkan citra negatif terhadap kesenian Bali. Kesenian Joged Bumbung ternodai oleh oknum yang tidak menghargai nilai-nilai artistik dan filosofi budaya Bali," ucap.

"Bahkan julukan Joged Bumbung kian melenceng, dikenal sebagai Joged (goyang) ngebor, Joged jaruh dan lain sejenisnya. Lebih parah lagi, kesenian Joged Bumbung yang sebelumnya diakui sebagai seni pertunjukan Bali yang bernilai estetika dan popularitas tinggi, belakangan ini terkesan sebagai kesenian murahan dan remeh-temeh," tambah Koster.

Karena itu, Koster meminta aparat tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan pementasan atau tayangan Joged Bumbung yang tidak sesuai pakem terutama yang mengandung unsur pornoaksi/pornografi.

"Untuk itu aparat yang berwenang, bupati/wali kota, lurah, kepala desa dan bendesa adat agar mengambil tindakan tegas dan langkah penertiban," ujarnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT