Inmendagri 63 Tahun 2021 Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Ini Isinya!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 10:59 WIB
Inmendagri 63 Tahun 2021 PPKM Jawa-Bali, Ini Isinya!
Inmendagri 63 Tahun 2021 PPKM Jawa-Bali, Ini Isinya! (Foto: Infografis detikcom/Denny)
Jakarta -

Inmendagri 63 Tahun 2021 kini jadi patokan aturan PPKM Jawa Bali yang terbaru. Aturan ini berlaku mulai 30 November hingga 13 Desember mendatang.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) itu, pemerintah kembali memperbarui kategori PPKM level 1, 2 dan 3 di wilayah Jawa dan Bali. Aturan terkait kegiatan masyarakat juga disesuaikan sesuai level daerah.

Lalu apa saja isi Inmendagri 63 Tahun 2021? detikcom merangkum ulasan lengkapnya berikut ini.

Inmendagri 63 Tahun 2021: Daftar Daerah

Dalam Inmendagri 63 Tahun 2021 tentang PPKM Jawa Bali, kembali disesuaikan kategori level 1,2 dan 3. Adapun berikut daftarnya:

  1. DKI Jakarta:
    - Level 2: Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Pusat
  2. Banten:
    - Level 2: Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan
    - level 3: Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang,
  3. Jawa Barat:
    - level 1: Kota Cirebon, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar
    - level 2: Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut
    - level 3: Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Cirebon
  4. Jawa Tengah:
    - level 1: Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak
    - level 2: Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pati, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Cilacap,
    Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Batang
    - level 3: Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Jepara
  5. Daerah Istimewa Yogyakarta
    - level 2: Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul
  6. Jawa Timur
    - level 1: Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Magetan, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Gresik
    - level 2: Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun,Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tuban, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Bojonegoro
    - level 3: Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Bangkalan
  7. Bali:
    - level 2: Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar

Inmendagri 63 Tahun 2021 PPKM Jawa-Bali: Aturan PPKM Level 2

Merujuk Inmendagri 63 Tahun 2021, berikut aturan kegiatan masyarakat di daerah dengan PPKM level 2:

  1. Kegiatan belajar mengajar:
    - Dapat dilakukan jarak jauh maupun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan maksimal kapasitas 50%.
    - SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB di mana PTM dapat dilakukan maksimal 62% - 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.
    - PAUD, kapasitas PTM maksimal 33% dan menjaga jarak minimal 1,5 meter, maksimal peserta didik 5 orang per kelas.
  2. Kegiatan pada sektor non esensial boleh WFO 50% untuk pegawai yang telah divaksin dan Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar.
  3. Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari:
    - jam operasional sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat
    - Kapasitas pengunjung 75%. Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan PeduliLindungi.
  4. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari beroperasi dengan kapasitas maksimal 75% dan jam operasional sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat.
  5. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol Kesehatan ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat.
  6. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka sampai Pukul 21.00 waktu setempat maksimal pengunjung makan di tempat 50% waktu makan maksimal 60 menit
  7. Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi terbuka, tertutup atau di mal buka sampai pukul 21.00, kapasitas maksimal 50% dan waktu makan 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi
  8. Restoran atau rumah makan, atau kafe dengan jam operasional mulai malam hari beroperasi mulai pukul 18.00-00.00 waktu setempat, kapasitas maksimal 50% dan waktu makan maksimal 60 menit skrining melalui aplikasi PeduliLindungi
  9. Mal/pusat perbelanjaan dibuka hingga pukul 21.00, pengunjung maksimal 50% dan harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas mall atau menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Anak-anak diperbolehkan masuk dengan didampingi orang tua. Sementara tempat bermain anak dan tempat hiburan sudah dibuka dengan syarat mencantumkan nomor dan alamat orang tua untuk kebutuhan tracing.
  10. Bioskop dapat beroperasi dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kapasitas maksimal 70% dan hanya kategori Hijau dan Kuning yang diizinkan masuk. Untuk anak-anak diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua. Restoran/ rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50% dan waktu makan maksimal 60 menit.
  11. Kegiatan di tempat ibadah maksimal 75% kapasitas
  12. Kegiatan di tempat umum seperti tempat wisata maksimal kapasitas 25% dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk screening. Sementara anak di bawah 12 tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.
  13. Kegiatan seni budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50%, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
  14. Kegiatan di pusat kebugaran/gym diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi
  15. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan kapasitas maksimal 100%. Untuk pesawat terbang kapasitas 100% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat
  16. Resepsi pernikahan diizinkan dengan jumlah pengunjung maksimal 50% dan tidak mengadakan makan di tempat.

Dalam Inmendagri 63 tahun 2021, ada juga aturan kegiatan masyarakat dengan daerah PPKM level 1. Simak di halaman selanjutnya.