Tragis Nasib Lumba-lumba yang Pernah Ditunggangi Lucinta Luna

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 06:30 WIB
Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)
Foto: Lucinta Luna saat menunggangi lumba-lumba di Bali. Video kegiatan Lucinta Luna ini sempat viral dan memicu kecaman warganet (dok Istimewa)
Denpasar -

Lumba-lumba yang sempat ditunggangi Lucinta Luna itu akhirnya mati. Mamalia laut itu sempat dikabarkan hilang.

Aksi Lucinta Luna berseluncur dengan memegang lumba-lumba yang berenang sempat menjadi sorotan pada April lalu. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali sempat menyelidiki aksi yang videonya viral tersebut.

Aksi Lucinta Luna dan teman-temannya itu dianggap animal abuse. Dalam video itu, Lucinta Luna cs tampak mengenakan pelampung 'menaiki' lumba-lumba yang berenang.

Kecaman pun berdatangan. Salah satu kecaman tersebut disampaikan eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

"Banyak orang mengira uang & ketenaran dapat membeli dan mengizinkan untuk melakukan apa saja... termasuk kedunguan dan menjadi bodoh," tulis Susi Pudjiastuti, Kamis (15/4).

Lokasi Atraksi Tak Berizin

Lokasi atraksi Lucinta Luna cs 'menunggangi' lumba-lumba, Dolphin Lodge ternyata tak memiliki izin. Dolphin Lodge yang berada di kawasan Sanur, Kota Denpasar, Bali, itu sempat ditutup BKSDA Bali pada 2020.

Dolphin Lodge yang bernaung di bawah PT Piayu Samudra Bali sebenarnya mempunyai izin konservasi. Hanya, izin itu berada di kawasan Kabupaten Jembrana.

Lokasi selebriti Lucinta Luna berenang dengan menunggangi lumba-lumba ternyata sempat ditutup BKSDA Bali (dok Istimewa)Lokasi selebriti Lucinta Luna berenang dengan menunggangi lumba-lumba ternyata sempat ditutup BKSDA Bali (dok Istimewa)

"Dia punya izin lembaga konservasi tapi lokasinya tidak di sini (Denpasar), tapi di Jembrana. Di sini nggak ada dokumen sama sekali," kata Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, Selasa (27/4).

Sumarsono mengatakan seharusnya pihak Dolphin Lodge mempunyai izin di luar lembaga konservasi induknya. Sebab, lokasi atraksi sudah berada di luar lokasi konservasi induknya di Jembrana.

Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bareskrim Polri, serta Polda Bali mengevakuasi lumba-lumba di lokasi tersebut. Total ada sebanyak tujuh lumba-lumba yang berhasil diamankan.

Sumarsono mengatakan pihak Dolphin Lodge memulai pertunjukan sekitar 2018 sampai 2020. Tepat pada 15 April 2020 pihaknya menutup lokasi tersebut karena izin konservasi tidak dikeluarkan.

Lihat video 'Begini Evakuasi Lumba-lumba Hidung Botol yang Terdampar di Pantai Kupa':

[Gambas:Video 20detik]



Simak fakta lainnya di halaman berikutnya.