ADVERTISEMENT

Senjata Jenis HS Disita dari Penembakan Maut oleh Polisi Polda Metro

Rakha Arlyanto Darmawan, Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 17:24 WIB
Polda Metro Jaya rilis kasus penembakan melibatkan Ipda OS di Jaksel
Polda Metro Jaya rilis kasus penembakan melibatkan Ipda OS di Jaksel (YouTube Humas PMJ)

Insiden Pembuntutan


Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan O awalnya melaporkan dirinya merasa terancam karena dibuntuti korban ini kepada Ipda OS. O saat itu melapor secara lisan kepada Ipda OS.

"Orang yang merasa terancam laporannya saat dia terdesak, saat khawatir dan saat terancam harta atau nyawanya, maka laporan disampaikan melalui lisan," tutur Tubagus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Atas kejadian itu pula, O membuat laporan secara tertulis di kantor polisi. Saat ini laporan O ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Atas kejadian tersebut baru buat laporan tertulis yang saat ini ditangani Krimum. Siapa orang itu, inisialnya O, pekerjaan swasta," katanya.

Tubagus menjelaskan O merasa dibuntuti oleh para korban sejak keluar dari hotel di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (26/11) malam lalu. O kemudian menghubungi Ipda OS yang bertugas di PJR Induk Jaya 4 Pondok Pinang.

"Karena terancam orang tersebut lapor ke kepolisian, karena yang bersangkutan anggota Polri yang berdinas di sana, diarahkan menuju ke sana (depan kantor Induk PJR) supaya aman maksudnya," katanya.

Setelah itu terjadi keributan di lokasi. Saat itulah Ipda OS kemudian mengeluarkan tembakan.

"(Berdasarkan keterangan saksi) mendengar satu tembakan, mengakui polisi dan berdasarkan keterangan saksi itu mau ditabrak dan terjadilah tembakan dua kali yang mengenai dua korban," jelasnya.

Korban Ngaku Wartawan

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan bahwa korban penembakan ini mengaku sebagai wartawan.

"Kalau korbannya ini apa... ada yang wartawan begitu ya, mengakunya ya," kata Kombes E Zulpan.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan status profesi korban penembakan Ipda OS apakah benar wartawan atau tidak.

"Tapi nanti pendalamannya nanti oleh penyidiklah, ya," kata Kombes Zulpan.

Saat ini Ipda OS masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Polisi belum menetapkannya sebagai tersangka di kasus ini.


(mea/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT