Miris Kelakuan Ortu Aniaya hingga Tewas Anak Pengidap Autis

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 04:52 WIB
Orang tua penganiaya anak hingga tewas di Muba, Sumsel (dok. Polsek Babat Toman))
Orang tua yang aniaya anaknya hingga tewas. (Dok. Polsek Babat Toman)

"Dari keterangan tiga orang yaitu orang tua kedua tersangka, korban ini sejak dia lahir hingga meninggal dunia baru satu kali diajak kedua tersangka berobat," kata Kapolsek Babat Toman, AKP Adi Ahyat.

Adi mengatakan bocah itu diduga sudah berulang kali dianiaya orang tuanya. Penganiayaan disebut terjadi seminggu sebelum korban tewas.

"Berdasarkan keterangan dokter dan hasil visum, menyatakan jika korban bukan baru pertama kalinya dianiaya. Menurut dokter, sejumlah luka pada tubuh korban bukanlah satu kali perbuatan penganiayaan, namun sudah berulang kali sejak kurang-lebih satu minggu sebelum korban dikabarkan tewas," ucapnya.

Korban sempat menginap di kediaman kakek-neneknya sebelum penganiayaan terjadi. Korban disebut pulang ke rumah orang tuanya dalam kondisi baik-baik saja.

"Korban ini memang biasa menginap di rumah orang tua para tersangka, jadi satu minggu di sana (kediaman orang tua ayah korban), satu minggu di sini (kediaman orang tua ibu korban). Satu minggu sebelum korban meninggal, dia diantarkan orang tua ibunya kembali ke rumah. Diduga sejak saat itu korban sudah mulai dianiaya kedua tersangka," kata dia.

Orang tua penganiaya anak hingga tewas di Muba, Sumsel (dok. Istimewa)Orang tua penganiaya anak hingga tewas di Muba, Sumsel. (Dok. Istimewa)

Usut punya usut, polisi menyebut Aan merupakan pecandu sabu. Aan diketahui merupakan ayah korban yang memukul menggunakan selang plastik panjang.

"Tersangka ayah korban itu merupakan pemuja atau pemakai berat sabu," kata AKBP Alamsyah Paluppesy.

Aan disebut hampir setiap hari memakai sabu. Berdasarkan keterangan Samsidar yang didapat polisi, Aan telah memakai sabu selama 4 tahun terakhir.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: