Anak Pengidap Autis di Sumsel Tewas Usai Seminggu Dianiaya Ortu

M Syahbana - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 12:54 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi Kekerasan (Getty Images/iStockphoto/takasuu)
Palembang -

Sepasang suami-istri, Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29), di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap polisi. Keduanya diduga menganiaya anak kandungnya yang pengidap autisme hingga tewas.

"Iya korban yang merupakan anak kandung kedua tersangka mengidap autis. Berdasarkan keterangan keluarga penyakit itu diderita korban sudah sejak dia lahir. Korban meninggal dunia dengan kondisi yang tidak wajar," kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Paluppesy saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Di antaranya adalah orang tua para tersangka.

Korban yang meninggal pada usia hampir 12 tahun itu disebut baru satu kali di ajak para tersangka untuk diberi pengobatan.

"Dari keterangan tiga orang yaitu orang tua kedua tersangka, korban ini sejak dia lahir hingga meninggal dunia baru satu kali diajak kedua tersangka berobat," kata Kapolsek Babat Toman AKP Adi Ahyat.

Adi mengatakan bocah itu diduga sudah berulang kali dianiaya orang tuanya. Penganiayaan disebut terjadi seminggu sebelum korban tewas.

"Berdasarkan keterangan dokter dan hasil visum, menyatakan jika korban bukan baru pertama kalinya dianiaya. Menurut dokter, sejumlah luka pada tubuh korban bukanlah satu kali perbuatan penganiayaan, namun sudah berulang kali sejak kurang-lebih satu minggu sebelum korban dikabarkan tewas," ucapnya.

Menurutnya, korban sempat menginap di kediaman kakek-neneknya sebelum penganiayaan terjadi. Korban disebut pulang ke rumah orang tuanya dalam kondisi baik-baik saja.

"Korban ini memang biasa menginap di rumah orang tua para tersangka, jadi satu minggu di sana (kediaman orang tua ayah korban), satu minggu di sini (kediaman orang tua ibu korban). Satu minggu sebelum korban meninggal, dia diantarkan orang tua ibunya kembali ke rumah. Diduga sejak saat itu korban sudah mulai dianiaya kedua tersangka," kata dia.

Selain itu, polisi menjelaskan motif kedua tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas. Dia menyebut orang tua korban merasa anaknya itu sulit diatur.

"Motifnya selain karena kesal korban kerap BAB sembarangan, ternyata kedua tersangka juga kesal anaknya yang autis itu selaku susah diatur dalam segala hal," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.