5 Aksi Ketua LSM Tamperak Peras Anggota Polri Berujung Diciduk Polisi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 08:38 WIB
Jakarta -

Aksi Ketua Umum DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) Kepas Panagean Pangaribuan usai memeras anggota Satgas Begal Polres Metro Jakarta Pusat. Tak tanggung-tanggung, ia meminta uang sebesar Rp 2,5 miliar.

Dengan kedok sebagai LSM antikorupsi, Kepas Panagean Pangaribuan menakut-nakuti akan memviralkan kinerja institusi Polri yang dinilainya melanggar SOP. Tidak hanya kepada institusi Polri, Kepas Panagean juga diduga melakukan hal yang sama ke instansi pemerintah lainnya.

Kepas Panagean Pangaribuan ditangkap di kantor Sekretariat DPP LSM Tamperak di Jl Palem V Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin (22/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga melakukan pemerasan terhadap anggota Polri, yang awalnya meminta sampai Rp 2,5 miliar yang bersangkutan ini adalah Ketua Umum DPP LSM Tamperak (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi) yang sebenarnya akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di kantornya, Senin (22/11).

Berikut fakta-fakta terkait aksi Kepas Panagean Pangaribuan yang berujung ditangkap polisi:


1. Jadi Tersangka dan Ditahan Polisi

Polisi menetapkan Kepas Panagean Pangaribuan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan tersebut. Tersangka Kepas Panagean Pangaribuan juga ditahan polisi.

"Sementara tersangka utama adalah Ketua Umum DPP LSM Tamperak bernama Kepas Panagean Pangaribuan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Senin (22/11/2021).

Hengki menjelaskan, tersangka Kepas Panagean Pangaribuan dijerat dengan Pasal 369 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman lebih dari 5 tahun penjara. Polres Jakpus juga berencana menjeratnya dengan UU ITE.

"Kami tahan," ujar Hengki.


Simak fakta lain di halaman selanjutnya....