Kronologi WN China Otak Pinjol Ilegal Diciduk di Bandara Saat Mau Terbang ke Turki

ADVERTISEMENT

Kronologi WN China Otak Pinjol Ilegal Diciduk di Bandara Saat Mau Terbang ke Turki

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 16:15 WIB
Pinjaman online abal-abal
Foto: Pinjaman online abal-abal (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menangkap warga negara (WN) China berinisial WJS alias BH alias JN yang diduga menjadi otak koperasi simpan pinjam (KSP) yang menaungi sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. WJS diciduk polisi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) saat mau terbang ke Istanbul, Turki.

"Tim berhasil mengamankan tersangka WJS," ujar Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Kombes Andri Sudarmadi saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/11/2021).

Andri membeberkan penangkapan WJS berawal dari interogasi yang dilakukan kepada tersangka lain. Begini kronologi penangkapan WJS:

-27 Oktober 2021

Polisi mendapat keterangan dari tersangka berinisial GC alias ER alias ED dan tersangka H bahwa WJS merupakan Direktur Bisnis dan pemilik KSP Inovasi Milik Bersama (IMB).

Atas dasar hasil interogasi tersebut, Andri menjelaskan tim dari Subdit IV Dittipideksus Bareskrim melakukan pendalaman pada beberapa lokasi apartemen di daerah Kemayoran.

-2 November 2021

Pada hari Selasa tanggal 2 November 2021, polisi mendapat informasi bahwa WJS akan pergi ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng.

-18.00 WIB

Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi mendeteksi pergerakan WJS di Bandara Soetta. Andri segera berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Bandara Soetta dan mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran.

-20.23 WIB

Pada pukul 20.23 WIB tersangka WJS yang merupakan WN China ditangkap Bareskrim Polri.

Peran WJS Sebagai Otak


Andri mengungkapkan WJS membangun sebuah sistem pembayaran bernama Flinpay. Selain itu, WJS juga mendirikan KSP IMB yang menaungi sejumlah aplikasi pinjol ilegal.

"Tersangka WJS membangun sistem pembayaran payment gateway dengan nama Flinpay serta mendirikan Koperasi Simpan Pinjam Inovasi Milik Bersama (KSP IMB)," kata Andri.

Lebih lanjut, kata Andri, WJS juga merekrut aplikasi pinjol-pinjol ilegal lain untuk bergabung ke dalam KSP miliknya.

"Merekrut para pinjaman online ilegal untuk menjadi mitra dari KSP IMB. Selanjutnya WJS memerintahkan tersangka GC alias ER alias ED untuk mengintegrasikan sistem pembayaran payment gateway (Flinpay) ke dalam sistem milik perusahaan transfer dana (Afinpay) melalui sistem integrasi yang dinamakan Application Programming Interface (API), yang pada akhirnya digunakan sebagai sarana mengirimkan dan menerima dana dari orang yang melakukan pinjaman online," imbuhnya.

Sebelumnya, WJS yang diduga menjadi otak koperasi simpan pinjam (KSP) yang menaungi pinjol ilegal yang menyebabkan ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, gantung diri, ditangkap. Korban diduga terlilit utang pinjol dan diteror.

"Telah dilakukan penangkapan tersangka WNA terkait pinjaman online diduga otak atas nama WJS alias BH alias JN," ujar Brigjen Helmy.

Berdasarkan pengakuan dari tersangka lain, WJS merupakan direktur bisnis dan pemilik KSP Inovasi Milik Bersama (IMB). WJS diketahui sehari-hari tinggal di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Utara.

Berbekal informasi tersebut, Helmy membeberkan tim mulai melakukan pendalaman di sekitar lokasi sejak 27 Oktober 2021. WJS akhirnya ditangkap Bareskrim di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) saat sedang hendak terbang ke Turki.

"Tersangka WJS ditangkap di Bandara Soetta saat akan melakukan penerbangan menuju Turki bersama dua orang rekannya," tuturnya.

Adapun KSP Inovasi Milik Bersama (IMB) yang dimiliki WJS biasa melakukan rekrutmen terhadap orang-orang untuk bagian dari bisnis. Mereka juga mencari pinjol-pinjol ilegal untuk menjadi mitra KSP IMB.

(drg/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT