Sempat Ribut di Rudenim, Imigrasi Sebut WN Nigeria Meninggal Sakit Jantung

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 09:24 WIB
Garis Polisi Dilarang Melintas
Ilustrasi garis dilarang melintas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) buka suara soal tewasnya WN Nigeria Kingsley Chuwubeka (35) di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta. Ditjen Imigrasi menyebutkan Kingsley Chuwubeka meninggal dunia diduga karena serangan jantung dan kelelahan.

"Menurut pengakuan istrinya yang seorang WNI, Kingsley diketahui sakit hipertensi dan jantung. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil rekam medis Kingsley saat diserahterimakan di Rudenim Jakarta pada 27 Agustus 2021," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Arya Pradhana Anggakara dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Namun Angga--sapaan Arya Prada Anggakara--mengakui, sebelum meninggal dunia, Kingsley dan beberapa deteni asal Nigeria melakukan perlawanan fisik kepada petugas Rudenim dan petugas Polsek Kalideres yang membantu pengamanan.

Perlawanan Kingsley dan para deteni asal Nigeria ini terjadi karena mereka menolak saat akan dipindahkan ke blok sel lainnya.

"Kegiatan pemindahan deteni ini sempat ricuh, sehingga petugas menghentikan prosesnya dan kemudian melakukan tindakan persuasi kepada deteni," ungkap Angga.

Setelah pemindahan dilakukan, saat itulah petugas menemukan Kingsley Chuwubeka dalam kondisi lemas dan tampak kelelahan.

"Setelah berhasil dilakukan pemindahan terhadap deteni, petugas menemukan deteni atas nama Kingsley Chuwubeka sudah terlihat lemas dan tampak kelelahan, lalu dibawa ke rumah sakit terdekat," jelasnya.

Petugas Rudenim Jakarta dan Polsek Kalideres kemudian membawa Kingsley Chuwubeka ke RS Mitra Kalideres yang berada tepat di seberang Rudenim. Namun, setiba di rumah sakit, Kingsley Chuwubeka dinyatakan meninggal dunia.

Tim dokter tetap berusaha memberikan tindakan pacu jantung atas persetujuan istri Kingsley bernama Fera Retnowati. Pihak dokter juga menanyakan riwayat kesehatan Kingsley kepada istrinya yang memberikan keterangan bahwa Kingsley mempunyai riwayat hipertensi dan jantung sejak 2018.

Lebih lanjut, untuk menjaga kondisi keamanan Rudenim Jakarta, selanjutnya petugas memindahkan sembilan orang deteni yang melakukan perusakan pintu sel serta memprovokasi deteni lainnya. Mereka dipindahkan secara menyebar ke ruang detensi Imigrasi di kantor Imigrasi yang ada di Jakarta.

"Kami pindahkan mereka ke ruang Detensi Ditjen Imigrasi, yang selanjutnya disebar ke ruang detensi Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, dan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat," ujar Angga.

Angga melanjutkan, Duta Besar Nigeria HE Usman Ari Ogah juga telah mengunjungi Rudenim Jakarta pada Rabu (10/11) untuk bertemu dan berdialog dengan deteni asal Nigeria. Dubes Nigeria dijadwalkan bertemu dengan pimpinan Ditjen Imigrasi pada Kamis (11/11) untuk membahas keberadaan WN Nigeria di Indonesia.

Lihat juga video 'WN Nigeria Keroyok Polisi di Apartemen Cengkareng':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan polisi di halaman selanjutnya....