WN Nigeria Jenazah Terakhir Korban Kebakaran LP Tangerang Teridentifikasi

Firda Cynthia - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 17:14 WIB
Ilustrasi Kebakaran Lapas
Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang WN Nigeria, Samuel Machado Nhavene (38). Samuel menjadi korban terakhir yang teridentifikasi.

"Iya, sudah," kata Kepala Tim (Katim) Rekonsiliasi DVI Polri Kombes Agung Wijayanto saat dimintai konfirmasi detikcom pada Jumat (8/10/2021).

Agung menjelaskan bahwa jenazah Samuel berhasil diidentifikasi berdasarkan data antemortem yang diperoleh Tim DVI. Data itu berupa rekam medis dan sampel DNA.

"Sesuai keterangan yang diterima, (DNA) pembandingnya adalah hasil pemeriksaan DNA anak kandung yang bersangkutan," ujarnya.

Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko memastikan bahwa seluruh jenazah korban kebakaran maut di Lapas Tangerang sudah berhasil diidentifikasi per Rabu (6/10).

"Iya, sudah, tanggal 6," kata dia saat dihubungi.

Sebelumnya, polisi menyatakan operasi identifikasi korban lapas oleh tim DVI telah berakhir pada Rabu (15/9) lalu. Jenazah Samuel pun telah dikenali saat itu.

Namun, menurut Hery, Tim DVI masih menunggu sampel DNA pembanding yang didapat dari keluarga kandung almarhum di negara asalnya. Hal ini bertujuan agar identifikasi jenazah yang bersangkutan dapat memenuhi aspek legalitas.

"Jadi untuk sampel post mortem sudah running seperti kemarin. Semua sampel sudah running tinggal pembanding yang dari relatif kita tunggu, sedang kita tunggu," kata Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (15/9).

"Karena kami memerlukan primary yang dibandingkan secara legal aspect kami bisa mempertanggungjawabkan," sambung dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan bahwa dua jenazah bernama Samuel Machado dan Bambang Guntara sudah dikenali saat itu. Namun Tim DVI masih memerlukan data tambahan.

"Secara fisik sudah dikenali, hanya sekali lagi, memang tim DVI masih memerlukan data-data tertentu untuk lebih meyakinkan," ujar Rusdi.

Saat ini, kedua korban tersebut telah sepenuhnya teridentifikasi. Jenazah Bambang Guntara teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga sejak Sabtu (18/9) lalu.

Diberitakan sebelumnya, insiden kebakaran tragis di Lapas Kelas I Tangerang terjadi pada Rabu (8/9) dini hari. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 49 napi tewas terbakar di lokasi dan puluhan lainnya terluka.

(mea/mea)