Wawancara Eksklusif Marsekal Hadi Tjahjanto (1)

Panglima TNI: Perang Hibrida Salah Satu Ancaman 5 Tahun ke Depan

Sudrajat, Audrey Santoso - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 07:06 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pasukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI saat diresmikan di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (30/7/2019). Pembentukan Koopssus TNI yang berasal dari pasukan elite tiga matra TNI tersebut bertujuan untuk nenghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Marsekal Hadi Tjahjanto (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta -

Kamar kerja Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI di Mabes Cilangkap ternyata mungil dan sederhana. Di ruangan itu cuma ada dua meja dan satu set sofa warna gelap buatan lokal. Tak ada pernak-pernik hiasan dan cinderamata, kecuali speaker portabel merek Marshal. Juga sebuah akuarium berisi seekor ikan Arwana peninggalan pendahulunya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lelaki berkumis yang hari ini genap berusia 58 tahun itu mengaku tak butuh ruangan kerja besar karena dia lebih banyak beraktivitas di luar. Sesekali Hadi masih berkantor di Jalan Medan Merdeka Barat.

"Gedung ini dibangun di masa Pak Benny (Jenderal Benny Moerdani). Kaca-kaca jendelanya itu anti peluru, lo," kata Hadi saat menerima Audrey Santoso dan Sudrajat dari detik.com, Kamis (4/11/2021).

Siang itu dia mengaku cuma ingin berbincang santai sebelum menyerahkan jabatan Panglima kepada Jenderal Andika Perkasa dalam waktu dekat ini. Karena itu semua perlengkapan wawancara yang telah disiapkan ditahan di lobi gedung. Tas dan telepon selular kami pun harus ditinggal di luar ruangan. Sebagai gantinya kami diberi pulpen dan beberapa helai kerta putih.

Selama 100 menit berbincang, Hadi memaparkan sejumlah hal yang dianggap sebagai capaiannya selama hampir 4 tahun menjadi Panglima TNI. Dia menjelaskan kondisi keamanan di Papua, Poso, Natuna Utara dan lika-liku meredam ego tiap pasukan khusus dalam bertugas. Hadi juga mengisahkan interaksinya dengan Jokowi sejak di Solo, hingga suara-suara yang pernah meragukan kemampuannya di awal menjadi Panglima.

"Ya, banyak yang memandang sebelah mata. Termasuk ada yang bilang, 'Kambing kok mimpin macan?," ujar lulusan Ecole de Guerre, Prancis itu diiringi tawa kecil. "Sekarang silahkan masyarakat menilai apa yang telah saya perbuat," imbuhnya.

Di luar perbincangan tersebut, Hadi juga memberikan jawaban tertulis atas belasan pertanyaan yang diajukan detik.com tiga pekan sebelumnya. Berikut ini petikannya:

Hampir 4 tahun Bapak memimpin TNI di tengah situasi politik tanah air yang sangat dinamis. Apa saja yang Bapak rasa menjadi capaian, juga hal- hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan ke depan?

Pada awal masa jabatan, saya telah mencanangkan 11 Program Prioritas yang merupakan bentuk detail dari pembangunan organisasi TNI, baik dari sisi personel, alutsista, maupun satuan. Program prioritas tersebut menargetkan pembangunan organisasi TNI dihadapkan dengan proyeksi kompleksitas ancaman di masa mendatang yang sarat dengan tuntutan interoperabilitas, padat teknologi dan berbagi informasi, serta kemampuan mengatasi dua atau lebih trouble spot di saat yang bersamaan.

Simak video 'Janji-janji Jenderal Andika Jika Jadi Panglima TNI':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: