Polda Kalbar Tindak 42 Tambang Emas Liar yang Rusak 1.000 Hektare Lahan

Adi Saputro - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 18:44 WIB
Polda Kalbar menggelar 42 tambang emas ilegal selama 14 hari. Sebanyak 62 orang ditangkap. Tambang ini merusak 1.000 hektare lahan. (Adi Saputro/detikcom)
Polda Kalbar mengungkap 42 kasus tambang emas ilegal selama 14 hari. (Adi Saputro/detikcom)
Pontianak -

Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar operasi pemberantasan tambang emas ilegal. Operasi selama 14 hari, polisi mengungkap 42 kasus penambangan emas tanpa izin (PETI).

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menggelar operasi pada 7-20 Oktober 2021. Sebanyak 62 orang tersangka diciduk dalam operasi ini.

"Kasus yang ditangani ada 42 kasus, di mana terdapat 62 tersangka," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go dalam jumpa pers di Polda Kalbar, Jumat (5/11/2021).

Rincian 42 kasus itu ialah:
- 10 kasus ditangani Polres Ketapang,
- 5 kasus ditangani Polres Sintang,
- 5 kasus ditangani Polres Sanggau,
- 4 kasus ditangani Polres Landak,
- 3 kasus ditangani Polres Ketapang,
- 3 kasus ditangani Polres Sekadau, dan
- 2 kasus ditangani Polda Kalbar.

"Dari 62 tersangka pelaku tambang emas ilegal ini, sebanyak 52 orang berasal dari Kalimantan Barat, dan 10 orang berasal dari luar Kalimantan," sebut Donny.

Donny menjelaskan, 62 tersangka ini terdiri atas 59 sebagai pekerja tambang, 2 kepala rombongan, dan 1 orang pemilik lahan. Polisi masih mendalami kasus ini.

Polda Kalbar menggelar 42 tambang emas ilegal selama 14 hari. Sebanyak 62 orang ditangkap. Tambang ini merusak 1.000 hektare lahan. (Adi Saputro/detikcom)Sebanyak 62 orang ditangkap. Tambang ini merusak 1.000 hektare lahan. (Adi Saputro/detikcom)

"Memang sejauh ini, 90 persen yang diungkap kasusnya adalah pekerja lapangan, namun Polda Kalimantan Barat terus berupaya mengembangkan kasus ini, di mana untuk mencari siapa pemodalnya, dan ke mana mereka menampung dan bertransaksi jual-beli emas hasil pertambangan emas liar ini. Tentu ini akan menjadi PR kami untuk ditelusuri dengan penyelidikan," beber Donny.

Donny menegaskan barang bukti kasus tambang emas ilegal ini yang disita adalah 1 unit ekskavator, mesin genset 36 unit, mesin mobil 2 unit, kompresor 6 unit, pipa paralon, mesin air 12 unit, drum, air raksa, dan kain.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.