6 Kecamatan di Kapuas Hulu Kalbar Kebanjiran, 6.524 Warga Terdampak

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 10:50 WIB
Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) (dok BNPB)
Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto: dok. BNPB)
Kapuas Hulu -

Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), sejak Rabu (3/11) siang. Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tiga sungai meluap, yaitu Sungai Sibau, Sungai Mendalam, dan Sungai Kapuas.

"Luapan sungai-sungai tersebut berdampak pada permukiman yang berada di Kecamatan Silat Hilir, Kecamatan Selimbau, Kecamatan Semitau, Kecamatan Badau, Kecamatan Suhaid, dan Kecamatan Batang Lupar," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (5/11/2021).

Berdasarkan data Pusdalops BNPB per Kamis (4/11), tercatat 1.818 keluarga atau 6.524 jiwa terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) tertinggi hingga 200 sentimeter (cm) pada saat kejadian Rabu (3/11). Selain itu, terdapat 1.084 unit rumah yang terendam. Sebagian warga melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman dari banjir.

Untuk mempercepat penanganan bencana, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu terus melakukan kaji cepat dan mendistribusikan bantuan ke beberapa lokasi terdampak. Kondisi terkini banjir mulai surut di beberapa titik dengan kisaran tinggi muka air 50-100 cm.

Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) (dok BNPB)Tercatat 1.818 keluarga atau 6.524 jiwa terdampak banjir. Selain itu, terdapat 1.084 unit rumah yang terendam banjir. (Foto: dok. BNPB)

Waspada Dampak Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas lebat di sebagian wilayah Kalbar pada Jumat (5/11), yaitu di sebagian wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang.

"Kemudian pada Sabtu (6/11), yang berpotensi terjadi hujan intensitas lebat yaitu di wilayah Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sintang," sebutnya.

Analisis InaRISK juga menunjukkan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina.

"La Nina merupakan anomali iklim yang dapat memicu peningkatan curah hujan dan diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2022," katanya.

BNPB meminta masyarakat mempersiapkan diri untuk evakuasi mandiri saat banjir melanda, antara lain memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir. Kemudian mewaspadai adanya saluran air, lubang, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada.

Simak video 'BMKG: Sudah 28% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/nvl)