BPOM Periksa Sampel Makanan Rice Box PSI yang Buat Warga Koja Keracunan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 10:52 WIB
Gedung BPOM, Balitbangkes, dan P2PL
BPOM (Firdaus Anwar/detikcom)

Polisi Selidiki

Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini. Sejumlah korban sudah ada yang dimintai keterangan.

"Sudah ada (penyelidikan). Bahkan korban-korban sudah ada yang diambil keterangannya," kata Kapolsek Koja AKBP Abdul Rasyid saat dihubungi, Senin (25/10).

Selain mengambil keterangan dari korban, Abdul mengaku polisi akan turut memeriksa pihak PSI. Pemeriksaan kepada pengurus PSI akan dilakukan usai polisi memeriksa sejumlah korban.

"Dia (pihak PSI) sedang menunggu, karena gantian diambil keterangannya," ucap Abdul.

Polisi juga telah mengetahui katering yang membuat nasi kotak tersebut. Polisi mengagendakan memeriksa pihak katering yang menyediakan 'rice box PSI' tersebut.

"Sudah ketemu di rumahnya di Kampung Beting, belakang Islamic Canter. Dalam waktu dekat diambil keterangannya," jelasnya.

PSI Buka Suara

PSI buka suara pasca-insiden itu. Pihak PSI mengaku pembagian nasi kotak ini dalam rangka mendorong program UMKM.

"PSI tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut. Kami membagikan dan menghimpun dukungan program rice box ini dari publik, bekerja sama dengan warung-warung dan UMKM," ujar Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina kepada wartawan, Senin (25/10).

Elva menuturkan rice box PSI mendukung UMKM yang terdampak pandemi dan kami membeli makanan dari UMKM tersebut agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat. Sejauh ini, lanjutnya, sudah lebih dari 300 ribu rice box yang dibagikan di seluruh Indonesia dan selama ini semua berjalan baik.

Elva mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan warga yang keracunan tertangani. PSI meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Kami mohon maaf atas hal-hal yang kita bersama tidak harapkan. Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan," ujarnya.


(dek/maa)