Naik Pesawat Wajib PCR Banjir Kritik, Luhut Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:33 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah selesai menjalani pemeriksaan terkait laporannya soal pencemaran nama baik Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Luhut diperiksa selama 1 jam atas laporannya tersebut.
Luhut Binsar Pandjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kewajiban tes PCR 2x24 jam untuk naik pesawat banjir kritik. Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, buka suara.

"Terkait dengan kewajiban penggunaan PCR yang pada moda transportasi pesawat yang banyak dikritik, dapat kami sampaikan bahwa hal ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata," kata Luhut dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Terkait kewajiban PCR untuk naik pesawat, Luhut menyebut kasus Corona di Indonesia saat ini sudah rendah. Meski demikian, Luhut menegaskan pemerintah tidak akan lengah.

"Meski kasus saat ini sudah sangat rendah, belajar dari pengalaman negara lain, kita tetap memperkuat 3T-3M supaya kasus tidak kembali menguat, terutama menghadapi periode libur Natal-tahun baru," kata Luhut.

Luhut mengatakan ada peningkatan kasus positif Corona atau COVID-19 di 105 kota/kabupaten. Namun, Luhut menyebut kasus Corona di 105 wilayah itu masih terkontrol.

"Dari arahan presiden pada ratas hari ini, presiden terus mengingatkan pada kami agar semua terus waspada dan berhati-hati akan datangnya gelombang selanjutnya. Hal tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan kasus di 105 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia," ujar Luhut.

Dia mengatakan kasus Corona di wilayah-wilayah itu masih terkendali. Luhut mengatakan pemerintah menemukan kasus Corona yang naik-turun.

"Kita perlu waspadai. Nantinya banyak langkah-langkah yang kita lakukan," ucapnya.

Luhut mengatakan aturan yang dibuat terkadang dianggap terlalu ketat. Luhut menegaskan aturan dibuat ketat demi kebaikan bersama.

"Terkadang mungkin dianggap terlalu ketat, tapi kita tidak punya pilihan," ucapnya.

Simak video 'Luhut: Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di 105 Kabupaten/Kota':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)