Round-Up

Miris Nasib Siswa SD Patah Leher Gegara Dikeroyok Teman Sebaya

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 20:37 WIB
Bocah SD di Sumsel alami patah tulang usai diduga dikeroyok di sekolah
Kondisi bocah SD dikeroyok teman sebaya. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Bocah SD berusia 12 tahun berinisial AF di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami patah leher diduga akibat dikeroyok temannya di sekolah. Kejadian miris tersebut diduga dilakukan teman sekolahnya yang masih di bawah umur.

Awalnya, bocah SD berinisial AF (12) di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), hanya bisa terbujur kaku di rumah sakit (RS). Dia mengalami patah leher setelah diduga dikeroyok temannya di sekolah.

"Iya benar, saat ini korban masih terbujur kaku di rumah sakit akibat patah leher dan saraf yang dia alami. Informasi korban akan menjalani operasi," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Alex Andrian saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/10/2021).

Siswa kelas V SD Negeri di Kecamatan Selangit, Musi Rawas, itu menjadi korban pengeroyokan oleh temannya pada Senin (11/10) di sekolah. Hingga hari ini, dia masih terbujur kaku diduga akibat dikeroyok tiga kakak kelasnya dan satu adik kelasnya.

"Korban dan pelaku awalnya cuma berkelahi. Saat berkelahi korban jatuh dan lehernya terbentur lantai hingga mengakibatkan cedera berat tersebut," katanya.

Saat ini, kata Alex, pihaknya terus menyelidiki penyebab kejadian itu. Termasuk mengambil keterangan orang tua korban, pelaku, guru, serta kepala SD tersebut.

"Kita terus selidiki, semua kita panggil, mulai dari orang tua pelaku dan korban juga guru dan kepala sekolahnya," terangnya.

Ibu AF, Novi (41), menjelaskan, saat kejadian itu, dia sedang bekerja menyadap karet di kebun. Kemudian ayahnya (kakek korban) datang ke kebun menyuruhnya segara pulang.

"Bapakku ngomong, pulanglah dulu, anakmu dikeroyok orang di sekolah," kata Novi.

Novi, yang kaget, langsung bergegas pulang, lalu dia mengecek ke sekolah. Namun ternyata korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat.

"Aku langsung ke puskesmas, melihat anak saya sudah dalam keadaan tidak sadar dan memakai alat bantu oksigen," ungkapnya.

Karena khawatir, dengan dibantu pihak sekolah langsung dibawa ke RSUD Dr Sobirin di Kota Lubuklinggau. Setelah beberapa waktu mendapatkan perawatan, anaknya kemudian dipindahkan ke ruang ICU.

Dia juga mengaku belum mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut. Sebab, dia masih berfokus mengurus perawatan anaknya.

"Kondisinya ya gini lah, setengah koma, belum bisa komunikasi. Kalau ditanya, dia hanya buka mata sebentar habis itu tutup mata lagi. Saya belum nanya ke guru maupun ke siapa soal kejadiannya," katanya.

Novi menyebut, dari informasi yang dia terima, anaknya itu dikeroyok 4 anak. Tiga adalah kakak kelasnya, anak kelas VI, satu lagi adik kelas korban.

"Informasi yang aku dapat, anak aku dikurung di dalam kelas. Kemudian dikeroyok. Ada yang pegang tangan, ada yang mencekik leher, ada juga yang memukul. Harapan kami minta sembuh saja," imbuhnya.

Dia juga mengaku belum mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut. Sebab, dia masih berfokus mengurus perawatan anaknya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Irwan Efendy, mengaku sudah menerima laporan terkait insiden dugaan penganiayaan yang menimpa siswa SD Lubuk Ngin tersebut. Namun dia belum bisa menjelaskan langkah apa yang akan di ambil pihak Disdik dalam kasus ini.

"Iya, kami sudah menerima laporan soal itu. Aku belum terpikirkan, kami masih rapat," kata Irwan saat dimintai konfirmasi terpisah.

Lihat juga video 'Cemburu Buta, Pemuda Ajak Teman Keroyok Pria yang Nge-chat Pacarnya':

[Gambas:Video 20detik]