Kapolda Metro ke Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina: Taati Aturan!

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 13:18 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)


Oknum TNI Bantu Rachel Vennya Dinonaktifkan


Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan FS dinonaktifkan sejak Kamis (14/10/2021). Dia mengatakan FS dinonaktifkan oleh Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji seusai acara syukuran Markas Brigkav 1 Limpung Alugoro di Serpong Utara, Tangerang Selatan.

"Sudah dinonaktifkan. Artinya, dari kemarin setelah Panglima acara di Serpong," kata Herwin kepada wartawan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (15/10).

Herwin menyebut FS dikembalikan ke kesatuan militernya. Namun dia tidak menyebut secara detail FS dikembalikan ke kesatuan militer mana.

"Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan untuk dikembalikan ke kesatuan," kata Herwin.


Ihwal Rachel Vennya Kabur saat Karantina

Kabar kaburnya Rachel Vennya saat karantina di RSDC itu terungkap setelah seseorang yang mengaku petugas di RSDC Pademangan buka suara di media sosial. Rachel Vennya saat itu diketahui baru pulang dari Amerika Serikat.

Rachel Vennya disebut melakukan karantina selama tiga hari di Wisma Atlet. Padahal aturan pemerintah menyebut setiap warga negara Indonesia (WNI) harus melakukan karantina selama delapan hari setiba di RI.

Selain itu, Rachel tidak termasuk kategori orang yang pantas dikarantina di Wisma Atlet. Sebab, Keputusan Kepala Satgas COVID 19 Nomor 12/2021 pada 15 September 2021 menyatakan yang berhak mendapat fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Pademangan adalah pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas dari luar negeri.

Peristiwa kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet ini membuat sejumlah masyarakat dan pemerintah geram. Salah satunya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Budi Gunadi mengatakan sikap Rachel itu selfish. Dia juga meminta aparat memberikan hukuman ke Rachel sebagai efek jera.

"Sangat-sangat selfish," kata Menkes saat ditemui di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

Budi mengingatkan karantina itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan masyarakat. Karantina bertujuan menekan risiko penyebaran Corona di RI.

"Harusnya dia segera masuk karantina lagi, dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," ucap Budi

"Karantina kesehatan itu kan bukan untuk kepentingan dia sebenarnya, tapi buat masyarakat. Kalau dia melanggar, itu kan dia memberikan risiko ke publik," lanjutnya.


(mei/bar)