Brigadir NP Banting Mahasiswa, Polri: Langgar Prosedur Pengamanan!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 18:36 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: Adhyasta/detikcom)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Aksi Brigadir NP membanting mahasiswa pendemo di depan Pemkab Tangerang, MFA (21), menjadi sorotan. Polri menyatakan aksi 'smackdown' Brigadir NP sama sekali tidak sesuai dengan standard operating procedure (SOP) pengamanan unjuk rasa.

"Sekarang yang didalami adalah pelanggaran prosedur. Melakukan tugas, tugas pengamanan tetapi tidak sesuai SOP. Karena tidak ada SOP seperti yang dilakukan yang bersangkutan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di gedung Bareskrim Polri, Kamis (14/10/2021).

Ramadhan menjelaskan NP masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Banten akibat aksinya itu. Saat bertugas mengamankan unjuk rasa, Ramadhan mengungkapkan NP tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur.

"Kita lihat, saya sampaikan bahwa saat ini anggota tersebut diperiksa Bid Propam Polda Banten. Yang bersangkutan saat itu sedang melaksanakan tugas mengamankan pengamanan kegiatan Unras. Dalam kegiatan pengamanannya, yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur," tuturnya.

"Jadi di sisi lain yang bersangkutan itu oknum anggota kepolisian tersebut sedang melakukan tugas. Tugasnya apa? Tugas mengamankan unras. Dan dalam mengamankannya tidak sesuai dengan SOP, sehingga pelanggaran prosedur pengamanan," sambung Ramadhan.

Sementara itu, Ramadhan memaparkan langkah terkini dari Polri untuk mencegah kejadian serupa. Polri, kata Ramadhan, melakukan pembinaan rohani kepada setiap personel kepolisian.

"Tentu upaya-upaya Polri itu telah dilakukan pembinaan-pembinaan personil, pembinaan rohani, itu ada bidang ya. Tapi di dalam kejadian, tentu juga ada pengawasan setiap anggota yang melakukan perbuatan apakah itu perbuatan disiplin, perbuatan pidana, tentu akan mendapat proses ya," katanya.

Ramadhan pun menegaskan setiap anggota Polri yang mencoreng institusi akan mendapat hukumannya. Pimpinan Polri tidak akan melindungi oknum polisi tersebut.

"Sekali lagi, risiko bagi anggota yang melakukan perbuatan akan mendapat risiko ya. Sekali lagi, tindakan tegas tentu pimpinan Polri tidak akan melindungi bagian yang melakukan perbuatan, apalagi perbuatan sampai mencoreng nama baik Polri," imbuh Ramadhan.

Sebelumnya, kasus Brigadir NP membanting M Faris atau MFA (21), mahasiswa pendemo di depan Pemkab Tangerang, masih diusut kepolisian. Saat ini NP pun masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Banten.

"Terhadap oknum Brigadir NP diinformasikan mulai kemarin malam sampai dengan hari ini masih menjalani rangkaian pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Banten," kata Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro dalam keterangannya, Kamis (14/10).

Simak video 'Polisi Banting Mahasiswa, Anggota Komisi III Minta Polisi Introspeksi':

[Gambas:Video 20detik]