Kasus Prostitusi ABG, Polisi Buka Peluang Periksa Pengelola Apartemen Kalcit

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 08:29 WIB
Tower Ebony Apartemen Kalibata City.
Apartemen Kalibata City dijadikan tempat prostitusi ABG. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih mendalami kasus prostitusi ABG yang terjadi di Apartemen Kalibata City (Kalcit), Jakarta Selatan. Polisi membuka kemungkinan memeriksa pihak pengelola Apartemen Kalibata City terkait praktik prostitusi online itu.

"Ya nanti kalau memang ini (diperlukan), kita periksa sebagai saksi ya, kalau dibutuhkan ya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Azis mengatakan pihaknya akan melihat konstruksi persangkaannya terlebih dahulu. Polisi juga akan berkoordinasi dengan jaksa.

"Tapi, kita konstruksi persangkaannya saja dulu dari pasal yang ada, alat bukti yang dibutuhkan. Jika itu cukup, ya sudah. Tapi kalau ada petunjuk dari JPU, kita lakukan (pemeriksaan) sebatas saksi," ucapnya.

Lebih lanjut Azis menyampaikan pihaknya belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya keterlibatan pengelola terkait prostitusi ini. Namun, menurutnya, sewa-menyewa unit apartemen menjadi tanggung jawab pemilik.

"Kita belum mengarah ke sana, nanti kita tanyakan ke sana. Tapi, karena bentuknya adalah sudah menjadi kewenangan pemilik kamar untuk menyewakan, jadi sementara di situ saja," katanya.

Sementara itu, pemilik unit apartemen tidak mengetahui tempatnya itu digunakan untuk praktik open booking online (BO).

"Karena si pemilik kamar sendiri tidak tahu (unitnya dipakai untuk prostitusi), dia tahunya kamar disewa oleh orang," tambahnya.

Korban Dijual Via MiChat

Dalam kasus ini polisi menangkap lima orang laki-laki yang merupakan muncikari. Mereka menawarkan korban ke pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan anak hilang. Dari hasil pencarian polisi, korban ditemukan di Apartemen Kalibata City dan telah diperbudak seks oleh para pelaku.

"Di situ kita menemukan dia bersama beberapa laki-laki ini, ternyata laki-laki ini adalah bertindak selaku muncikari yang menjajakan dua anak tersebut melalui aplikasi MiChat. Anak-anak tersebut semenjak dia berada di salah satu apartemen tersebut mulai dijajakan oleh para mucikari ini ya," kata Azis.

Polisi menyebut korban sudah melayani lelaki hidung belang hingga puluhan kali selama Oktober ini. Hal itu, menurut polisi, diketahui dari pengakuan korban.

"Mereka sudah melayani atau mendapatkan order beberapa kali, hingga belasan kali, bahkan puluhan kali sampai di bulan Oktober kita ketahui tersebut," tuturnya.

Simak di halaman selanjutnya, tanggapan pengelola Apartemen Kalibata City