LPSK Usul Visum terhadap '3 Anak Diperkosa Ayah' Dilakukan Pihak Netral

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 20:14 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi
Edwin Partogi (Tiara Aliya/detikcom)

Selanjutnya, LPSK secara mandiri melakukan pemeriksaan psikologi kepada korban dan ibu korban pada 19 Februari 2020 di Kota Makassar. Alasan pemeriksaan di Kota Makassar adalah permintaan ibu korban yang kurang percaya dengan pemeriksaan psikologi di Luwu Timur.

Merujuk hasil pemeriksaan tersebut, LPSK mengabulkan permohonan perlindungan pada 13 April 2020 berupa Pemenuhan Hak Prosedural (PHP) dan pemberian bantuan psikologis. Edwin mengatakan bahwa LPSK ketika itu tetap bersikukuh memberikan perlindungan kepada korban meskipun penyelidikannya telah dihentikan.

"Melalui program PHP, LPSK terus memonitor perkembangan kasus dengan terus berkoordinasi dengan Polres Luwu Timur, melakukan audiensi dengan Kapolda Sulawesi Selatan serta telah bertemu dengan Wakil Gubernur," kata Edwin.

Saat ini, lanjut Edwin, LPSK telah mendapatkan permohonan perlindungan kembali dari ibu dan tiga anak tersebut. Dasar permohonan ini akan ditindaklanjuti oleh LPSK dengan berkoordasi dengan Bareskrim.

Sebelumnya, Polda Sulsel menanggapi viralnya kasus dugaan pemerkosaan terhadap 3 anak di bawah umur oleh ayahnya yang dihentikan penyelidikannya oleh Polres Luwu Timur. Pelapor adalah ibu dari 3 anak tersebut yang telah berstatus mantan istri terlapor.

Polda menyebut alasan penghentian penyelidikan lantaran tidak ada bukti yang cukup. Ibu dari 3 anak itu mengatakan mantan suaminya memerkosa 3 anak mereka di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

"Ya jadi ini kasus lama ya, kasus itu tidak dilanjutkan, karena penyidik tidak menemukan cukup bukti," kata Kabid Humas Polda Sulsel E Zulpan dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Zulpan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), tidak ditemukan tindak pidana pencabulan terhadap tiga anak. Jadi penyelidikan kasus itu diberhentikan untuk sementara sampai ditemukan bukti kuat.

"Tidak ada penetapan tersangka pada proses tersebut, karena saat pendalaman kejadiannya tidak ada bukti yang dapat mendukung tentang terjadinya kejadian tersebut," terangnya.


(dek/lir)