Bursa Ketum PBNU

Modal Dukungan Said Aqil Vs Yahya Staquf Jelang Muktamar NU

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 12:30 WIB
Kantor PBNU/Istimewa
Kantor PBNU (Foto: dok. Istimewa)

Gus Yahya

Gus Yahya sudah secara terbuka menyatakan siap maju sebagai calon Ketum PBNU. Dukungan untuk Gus Yahya juga mulai mengalir.

"Ya, saya memang salah satu calon Ketua Umum PBNU," sebut Yahya saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/10).

Pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera Selatan kompak mendukung Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU.

"Seluruh PCNU se-Sumsel mendoakan Gus Yahya mudah-mudahan Desember 2021 (saat muktamar NU) menjadi Ketua Umum PBNU," kata Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Tak hanya mendukung Gus Yahya, PWNU dan PCNU se-Sumatera Selatan juga mendoakan dan mendukung KH Miftachul Ahyar kembali menjadi Rois Aam PBNU.

"Sekali lagi kita doakan Gus Yahya menjadi Ketum PBNU dan KH Miftachul Ahyar menjadi Rois Aam PBNU. Alfatihah," ujar KH Amiruddin.

Wakil Rois Syuriyah PWNU DKI KH Nusron Wahid, yang langsung hadir ke Palembang, menyatakan, dalam menghadapi disrupsi dakwah dan metamorfosis gerakan, mutlak dibutuhkan regenerasi di dalam kepemimpinan NU mendatang.

"Kita menghadapi adanya bonus demografi. Lahan dakwah kita adalah usia 45 tahun ke bawah, yang membutuhkan tantangan mengenai pola berdakwah secara digital. Ini butuh pikiran yang fresh. Butuh anak muda yang bisa mengayomi dan punya basis pesantren yang kuat, tapi juga mampu menyerap arus perubahan modern," katanya.

"Bahwa NU mendatang mutlak dipimpin yang muda. PBNU memerlukan perubahan kepemimpinan yang lebih fresh," kata Nusron.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini mengatakan peta demografi dunia saat ini didominasi kaum muda sehingga lahan dakwah NU-pun juga di lingkungan anak muda. Selain harus muda dan energik, kepemimpinan PBNU juga harus berbasis pesantren namun tidak ketinggalan dengan dunia modern.

"Setelah dipilah, Gus Yahya ini yang pas. Bahkan kiai sepuh Lirboyo, Ploso, Sidogiri, Madura menjatuhkan pilihan ke Gus Yahya. Saya yakin sudah melalui proses yang tuntas. Selain menggunakan akal, tapi juga menggunakan justifikasi spiritual, yakni jalur istikharah," kata Nusron.


(knv/fjp)