ADVERTISEMENT

Cerita Kombes Adi Vivid Tangkap Pemilik Bom 35 Kg Saat Jokowi ke Cirebon

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 15:24 WIB
Kombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres Cirebon
Kombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres Cirebon (Foto: dok. Istimewa)

Bahan peledak jenis TATP atau dikenal dengan sebutan 'mother of satan' seberat 35 kg ditemukan di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat. Bahan peledak itu diakui milik napi terorisme, Imam Mulyana, anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pengakuan itu disampaikan oleh Imam setelah dirinya dideradikalisasi oleh Densus 88.

detikcom memperoleh dokumentasi bahan peledak jenis TATP ini dari sumber tepercaya. TATP tersebut disimpan dalam beberapa wadah, ada stoples dan juga kotak makanan.

Bahan peledak tersebut disimpan di sebuah 'gua' kecil di kaki Gunung Ciremai. Tim Penjinak Bom (Jibom) melakukan disposal terhadap TATP di lokasi tersebut.

Bahan peledak jenis TATP ini diakui milik napi terorisme (napiter) jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Imam Mulyana. Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim Densus 88 Antiteror dan gabungan Polda Jawa Barat serta Polres Majalengka dengan mengecek ke lokasi.

"Berdasarkan keterangan Imam Mulyana tersebut, pada hari Jumat, 1 Oktober 2021, tim Densus 88 AT Polri bersama dengan tim Jibom Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul yang mengawal napiter Imam Mulyana melakukan pencarian. Seluruh tim membelah hutan yang lebat dengan rute yang tidak lazim selama berhari-hari," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Setelah penyusuran di lokasi, petugas akhirnya menemukan 'mother of satan' itu di ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Tim pada akhirnya menemukan bahan peledak berupa TATP sebanyak 35 kg itu di ketinggian 1.450 mdpl di sebuah lokasi tersembunyi dan sulit untuk dijangkau, di seputaran Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat," sambungnya.

Ramadhan menjelaskan 35 kg bom TATP itu ditemukan dalam beberapa wadah terpisah. Ke-35 kg bom TATP itu terdiri atas stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), 4 kotak makanan berisi TATP murni dan C1, serta setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna.

Alhasil, bom TATP itu langsung dimusnahkan di sekitar lokasi penemuan. Saat diledakkan, bom itu menghasilkan ledakan yang dahsyat.

"Selanjutnya Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan. Dari hasil pemusnahan itu, diketahui ternyata bahan peledak tersebut masih menghasilkan efek ledakan yang dahsyat," papar Ramadhan.

Ledakan 50 gram TATP yang dimusnahkan di atas tanah, lanjut Ramadhan, mengakibatkan lubang dengan diameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 20 cm. Adapun pemusnahan lainnya juga menimbulkan getaran hebat, lubang di permukaan tanah, pecahan batu, hingga tanah longsor.

"Sebagian sisa TATP saat ini diamankan untuk barang bukti sekitar tiga perempat botol air mineral ukuran 1,5 liter dan disimpan oleh Tim Jibom Brimob Polda Jabar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," imbuhnya.


(knv/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT