Imbas Disposal 'Mother of Satan' di Ciremai: Tanah Longsor-Lubang 1 Meter

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 21:07 WIB
Lokasi penemuan TATP 35 Kg di Kaki Gunung Ciremai
Longsor akibat disposal bom TATP di Gunung Ciremai, Majalengka, Jabar. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Tim Jibom Brimob Polda Jawa Barat (Jabar) memusnahkan 35 kg bom TATP 'Mother of Satan' di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jabar, milik teroris bernama Imam Mulyana, yang ditangkap saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Cirebon pada 2017. Saat dimusnahkan, bom TATP itu meledak dan menimbulkan lubang besar.

"Terbukti TATP sebanyak 50 gram yang dimusnahkan di atas tanah, menimbulkan lubang dengan diameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 20 cm," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Selain itu, Ramadhan menjelaskan ledakan bom TATP milik teroris Imam Mulyana menimbulkan getaran dahsyat. Longsor pun terjadi di sekitar lokasi pemusnahan bom TATP.

"Pemusnahan lainnya dalam jumlah beragam bahkan menimbulkan getaran hebat, lubang di permukaan tanah, pecahan batu, dan tanah longsor," tuturnya.

Adapun pemusnahan 35 kg bom TATP 'Mother of Satan' itu dilakukan di Gunung Ciremai ketinggian 1.450 mdpl. Bom itu disembunyikan oleh Imam Mulyana di lokasi yang tersembunyi dan sulit dijangkau di seputaran Blok Cipager, Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jabar.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bom berupa bahan peledak TATP 'Mother of Satan' sebanyak 35 kg di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat. Penemuan TATP itu bermula dari pengakuan napi terorisme (napiter) jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Imam Mulyana.

"Berdasarkan keterangan Imam Mulyana tersebut, pada hari Jumat 1 Oktober 2021, tim Densus 88 AT Polri bersama dengan tim Jibom Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka dan tim Lapas Sentul yang mengawal Napiter Imam Mulyana melakukan pencarian. Seluruh tim membelah hutan yang lebat dengan rute yang tidak lazim selama berhari-hari," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/10).

"Tim pada akhirnya menemukan bahan peledak berupa TATP sebanyak 35 kg itu di ketinggian 1.450 mdpl di sebuah lokasi tersembunyi dan sulit untuk dijangkau, di seputaran Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat," sambungnya.

Ramadhan menjelaskan 35 kg bom TATP itu ditemukan dalam beberapa wadah terpisah. Ke-35 kg bom TATP itu terdiri dari stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), 4 wadah plastik berisi TATP murni dan C1, serta setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna.

Lihat juga video '7 Orang Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Padang Pariaman':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)