Cerita Kombes Adi Vivid Tangkap Pemilik Bom 35 Kg Saat Jokowi ke Cirebon

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 15:24 WIB
Kombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres Cirebon
Kombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres Cirebon (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Penemuan 35 kg bahan peledak jenis TATP atau dikenal sebagai 'mother of satan' di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat, bikin gempar. Penangkapan pemilik bom Imam Mulyana, yang kini berstatus sebagai narapidana terorisme, ternyata melibatkan Kombes Adi Vivid Agustiadi Bahctiar, yang kini menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kombes Adi Vivid menceritakan momen penangkapan Imam Mulyana pada 2017. Saat itu Adi Vivid menjabat Kapolres Cirebon.

"Jadi waktu itu pengamanan kunjungan RI-1, kemudian informasi dari teman-teman Densus 88 bahwa ada jaringan JAD yang pertama itu terlihat di Pasar Harjamukti. Nah, di Pasar Harjamukti itu, saya sampaikan izin komandan di Pasar Harjamukti itu rencana Pak Jokowi untuk membagikan sembako, beliau itu kan biasa turun membagikan sembako," kata Adi Vivid saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/10/2021).

Setelah itu, Adi Vivid mendapatkan informasi bahwa Imam Mulyana berada di sebuah warung di sekitar Bandara. Sedangkan beberapa jam lagi, dia mendapatkan informasi bahwa Presiden Jokowi bakal mendarat di Cirebon.

"Setelah kita sampai di sana, terus ternyata yang bersangkutan ada di warung dan di dalam warung itu ada anggota Brimob sedang melakukan pengamanan, itu maksudnya ring 3 kalau nggak salah, ring 2. Akhirnya kita amankan saat itu juga," ujar Adi Vivid.

Kombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres CirebonKombes Adi Vivid saat menjadi Kapolres Cirebon (Foto: dok. Istimewa)

Adi Vivid juga sempat menginterogasi Imam Mulyana di dalam mobil. Polisi juga menemukan airgun hingga sangkur di dalam tas yang dibawa Imam.

"Kemudian dari situ kita amankan yang bersangkutan, kemudian kebetulan kita amankannya juga berbarengan dengan teman-teman Densus 88," ujar Adi Vivid.

Selang 4 tahun setelah penangkapan, kini muncul informasi bahwa Imam sempat menyimpan bahan peledak di kaki Gunung Ciremai. Adi Vivid mengaku kaget. Sebab, orang yang diamankannya dulu ternyata menyimpan 35 kg TATP di kaki Gunung Ciremai.

"Bayangin kalau itu nggak berhasil kita amankan saat 2017 yang lalu, ya memang kita belum tahu mau nyerang di mana, tapi dengan barang bukti 35 kg itu kemarin yang diledakkan itu dahsyatnya luar biasa. Bayangkan kalau itu tidak berhasil kita amankan, berarti kan dia sudah ngerakit bom, niat sudah ada, tinggal dia nunggu kesempatan. Nah, alhamdulillah, kesempatannya itu berhasil digagalkan. Itu saya sendiri yang pimpin tim," tutur Adi Vivid.

Setelah diangkat menjadi ajudan Presiden, Adi Vivid juga sempat melaporkan kejadian tersebut ke Presiden Jokowi. Jokowi pun teringat momen tersebut.

"Alhamdulillah kemarin pada saat saya naik jadi ajudan, saya sudah ngomong langsung ke beliau, ke Pak Jokowi. 'Izin, Bapak, Pak, ingat waktu di Cirebon mau Festival Keraton Nusantara? 'Oh, iya iya yang ada teroris 2 jam sebelum itu'. Siap. Itu kebetulan kami yang amankan," tutur Adi Vivid.

Simak video 'Densus 88 Temukan 35 Kg Bahan Peledak TATP di Kaki Gunung Ciremai':

[Gambas:Video 20detik]