Jejak Formula E Batal di Monas: Sempat Ditolak Pusat, Pernah Uji Coba Aspal

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 11:46 WIB
Desain Sirkuit Formula E Jakarta
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Ajang balap Formula E Jakarta masih jadi sorotan. Pagelaran balap mobil tenaga listrik itu dipastikan batal ngegas di Monas.

Jejak Formula E di Monas sempat menuai kontroversi pada awal 2020. Rencana Formula E di Monas ditolak pemerintah pusat.

Pihak JakPro, yang ditunjuk sebagai penyelenggara Formula E Jakarta, juga sempat melakukan uji coba aspal untuk trek balap. Namun tak lama, aspal itu dibongkar.

dirangkum detikcom, berikut jejak Formula E di Monas:

Diumumkan Anies 2019

Anies mengumumkan Jakarta siap menjadi tuan rumah Formula E pada September tahun lalu. Anies mengumumkannya dalam momen konferensi pers Jakarta E-Prix, di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

Anies menyebut balapan Formula E dilangsungkan di Monas. Untuk menggelar balapan itu, akan ada rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan. Tapi Anies ketika itu belum dapat memastikan detail titik yang akan mengalami penutupan karena rancangan sirkuit belum rampung.

"Intinya akan dibuat di sini, penutupan diperkirakan satu minggu," kata Anies.

Sempat Ditolak Pemerintah Pusat

Lima bulan setelahnya, penyelenggaraan Formula E di Monas terkendala perizinan. Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) tidak menyetujui rencana Anies menggelar Formula E di kawasan Monas.

Sekretaris Kemensetneg Setya Utama menyebut ada berbagai pertimbangan, salah satunya soal cagar budaya.

"Formula E nanti saya sampaikan rapat Komrah (Komisi Pengarah), bahwa Komrah tidak menyetujui apabila dilaksanakan di dalam area Monas, dengan banyak pertimbangan, di sana ada cagar budaya, ada pengaspalan," kata Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, di kantornya, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Setya menyebut rencana balap Formula E di Jakarta akan diizinkan jika digelar di luar kawasan Monas. Hingga kini izin tersebut belum dikeluarkan.

"Secara tertulis belum, kan baru selesai dibicarakan sore ini," katanya.

Klaim Dapat Lampu Hijau Formula E di Monas

Ramai soal penolakan itu, Anies kemudian menemui Presiden Jokowi. Didampingi Kadis Bina Marga DKI Hari Nugroho, Anies membahas tindak lanjut Formula E yang akhirnya diizinkan di Monas oleh Komisi Dewan Pengarah.

"Ini kita lagi ada beberapa alternatif, nanti saja deh, nunggu rencananya insyaallah Pak Gubernur mau ketemu Pak Presiden malam ini," kata Hari di gedung Balai Kota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Anies, menurut Hari, akan meminta kejelasan terkait catatan tertulis dalam surat keputusan yang dikeluarkan Komisi Pengarah. Namun dia tidak menyebut secara rinci.

"Nah gini, artinya kan dibolehkan tapi kan ada beberapa catatan. Nanti Pak Gubernur mau minta penjelasan catatan itu kira-kira apa saja," ujarnya.

"Kan ada beberapa hal yang harus ditanya lagi. Nanti saja deh, nunggu Pak Gubernur ketemu Pak Presiden. Saya nggak bisa kasih statement sebelum keputusan final. Nanti kalau sudah final, baru kita rilis," lanjut Hari.

Dalam pertemuan itu, menurut Hari, Anies juga akan memperkenalkan dua skema rute formula E yang sudah ditinjau oleh pihak penyelenggara FIA bersama JakPro. Dua skema itu yakni Silang Monas dan kawasan GBK.

"Kan ada dua pilihan, kalau seandainya tidak diperbolehkan di Monas, kan di area GBK. Tapi, kalau diperbolehkan di Monas, ya kita tindak lanjuti," ucapnya.

Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka kini menyetujui lintasan Formula E masuk ke kawasan Monas. Informasi mengenai penyelenggaraan Formula E 2020 di kawasan Medan Merdeka itu tertuang dalam surat yang diteken Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno, nomor B-3KPPKMM/02/2020. Komisi Pengarah disebutkan menyetujui gelaran Formula E di kawasan Medan Merdeka dengan memperhatikan sejumlah hal di bawah ini:

1. Dalam merencanakan konstruksi lintasan tribun penonton dan fasilitas lainnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, antara lain UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

2. Menjaga keasrian, kelestarian vegetasi pepohonan, dan kebersihan dan kebersihan lingkungan di kawasan Medan Merdeka

3. Menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Medan Merdeka

4. Melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan, dan kerusakan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka.

Namun pihak Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) membantah telah mengeluarkan rekomendasi tersebut. Ketua TACB DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pergelaran Formula E di kawasan Monas. Hal ini berbeda dengan surat dari Anies kepada Mensesneg Pratikno.

"Saya nggak tahu, kita nggak bikin, saya ketuanya kan," ucap Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2).

Sementara itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta mengakui tak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tindakan itu berbeda dengan isi dalam surat Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Eh, Pak Mundarjito (Ketua TACB DKI Jakarta) itu memang tidak berwenang mengeluarkan rekomendasi. Yang berwenang itu TSP (Tim Sidang Pemugaran). Jadi blast saja ke TSP. Pak Mundarjito ya memang nggak tahu," ucap Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana.