Pelaksanaan Formula E Butuh Dana Rp 150 Miliar Per Tahun, Buat Apa Saja?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 19:45 WIB
Desain Sirkuit Formula E Jakarta
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

JakPro mengatakan biaya pelaksanaan Formula E setiap tahunnya Rp 150 miliar. Jakpro memastikan biaya ini tak bersumber melalui APBD, melainkan melalui sponsorship atau pihak ketiga.

"Kalau dapatnya Rp 150 miliar, ya untuk event hari-H saja cukup, ya sudah kita selenggarakan segitu," kata Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko, kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Dalam penjelasan Pemprov DKI melalui Diskominfotik, dana Rp 150 miliar itu sebagai biaya pelaksanaan Formula E. Artinya, jika Formula E digelar 3 tahun berturut-turut, dana yang dibutuhkan selama penyelenggaraan Formula E Jakarta sebesar Rp 450 miliar, di luar commitment fee Rp 560 miliar yang sudah dibayarkan ke FEO.

Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto menjelaskan uang pelaksanaan itu akan diperuntukkan bagi penyiapan infrastruktur hingga pemeliharaan sirkuit balapan. Jika diakumulasikan.

"Aspal jalan, infrastruktur tadi kan, kemudian batas jalan, panitia, event organizer (EO). Jadi kita upayakan teknisnya, track tadi kita lakukan pengaspalan ulang ya, harus rata, kita lakukan perbaikan aspal tadi. Itu biaya dari kita untuk masyarakat, dari mana? Ya dari sponsor," sambungnya.

Bahkan Widi menyampaikan ada kemungkinan akan diselenggarakan pre-event Formula E jika sponsor yang didapatkan melebihi yang dibutuhkan, misalnya untuk pameran mobil listrik.

"Saya ambil contoh pre-event seperti pameran mobil elektrik atau Formula E kita pamerkan ke masyarakat, itu kan pre-event juga ada sponsor, itu 6 bulan sebelumnya kita sudah boleh, itu kan kita ngumpulin di situ. Belum lagi iklan-iklan lain di sepanjang jalan. Kan banyak event itu, umpamanya event-event di setiap kampus kita selenggarakan lomba inovasi mobil listrik, itu kan membangkitkan ekonomi masyarakat, semuanya bahwa Indonesia sudah siap dengan environment," ujarnya.

Widi optimistis Jakpro akan mendapatkan pembiayaan melalui sponsorship. Bahkan dia mengklaim saat ini tengah menyeleksi proposal sponsorship dari pihak ketiga.

"Sponsor, gini ya, antrean panjang. Tapi sponsor itu kan pasti lihat proposalnya dong. Nah proposalnya di mana? Proposalnya nggak lokasi dulu, kemudian jalurnya seperti apa, terus mau sponsor kan saya mau titik ini, titik ini, titik ini, nah, itu baru kita susun," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta buka-bukaan merespons apa yang disebut 'katanya' soal gelaran Formula E. Asian Games 2018 pun dibawa-bawa dalam penjelasan Pemprov DKI.

Dilihat detikcom, Rabu (29/9/2021), jawaban ini disampaikan Pemprov DKI melalui dokumen berjudul 'Katanya vs Faktanya Formula E' yang diterbitkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta.

Ada 12 poin 'katanya' yang dijawab Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya seputar commitment fee yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI.

Pemprov DKI menjawab 'katanya' soal commitment fee senilai Rp 2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp 4,4 triliun. Menurut Pemprov DKI, commitment fee yang dibayar senilai Rp 560 miliar untuk semua tahun penyelenggaraan.

"Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk melaksanakan Formula E, baik untuk 2022, 2023, dan 2024," ujar Pemprov DKI.

Pemprov DKI mengatakan ada biaya pelaksanaan senilai Rp 150 miliar per tahun. Namun, menurut Pemprov DKI, dana tersebut tidak dibayarkan oleh APBD, melainkan dari sponsor yang dilakukan oleh Jakpro.

Pemprov DKI juga mengatakan tidak ada lagi keperluan pembuatan bank garansi. Selain itu, jangka waktu pelaksanaan Formula E Jakarta ialah 3 tahun.

"Itu semua ada data yang akurat. Kesepakatan antara Jakpro dengan FEO (Formula E Operations)," tulis Pemprov DKI.

Lihat juga video 'Respons Wagub DKI soal PDIP Beri Sinyal Coret Anggaran Formula E':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)