JakPro Jelaskan Penggunaan Commitment Fee Rp 560 M untuk 3 Tahun Formula E

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 18:26 WIB
Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko (kiri) dan Direktur Utama PT Jakpro, Widi Amanasto (kanan). (Tiara/detikcom)
Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko (kiri), dan Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Jakpro bersama Formula E Operation (FEO) telah membuat kesepakatan baru terkait pembayaran commitment fee. Salah satunya pemangkasan commitment fee Formula E menjadi Rp 560 miliar untuk 3 musim balapan.

"Ya karena kondisi COVID. Kami kan pakai taktik taktik dalam negosiasi. Sekarang dalam kondisi kami begini itu gimana? Kita turunkan juga. Karena nggak mungkin terlaksana sesuai business plan awal yang kita bikin," kata Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Widi menuturkan, negosiasi antara Jakpro dan penyelenggara Formula E dilakukan secara virtual selama dua hari. Jakpro meminta agar penyelenggara tak lagi menagih pembayaran commitment fee.

"Kan sudah dibayarkan (Rp 560 miliar), nah tidak mungkin kita minta tidak ada tambahan commitment fee lagi ya. Jadi kita lakukan," jelasnya.

Direktur PT Jakpro, Gunung Kartiko, menuturkan mulanya Pemprov DKI memiliki kewajiban membayar commitment fee sebesar Rp 2,3 triliun untuk 5 musim. Bahkan keputusan ini tertuang dalam surat dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI ke Anies terkait penyelenggaraan Formula E.

Setelah adanya kesepakatan baru, surat tersebut dinyatakan gugur.

"Gugur. Sudah nggak ada lagi. Isu itu sudah nggak ada, kalau boleh dibuka kontraknya, sudah begitu, sudah tanda tangan. Kontrak dengan FEO sudah tanda tangan," ujar Gunung.

Gunung memastikan commitment fee akan diperuntukkan buat pembiayaan FEO, seperti membawa kru dari Eropa, mobil listrik, hingga para atlet.

"Sebenarnya commitment fee ini balik ke lokasi penyelenggara dalam bentuk biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh FEO, salah satunya pengiriman kru, pengiriman atlet, pengiriman mobil, kemudian ratusan boks yang akan dikirim juga di sini, termasuk grandstand, panggung dan lain-lain, hadiah juga, itu akan kembali ke sini," jelasnya.

"Termasuk EO-nya, EO penyelenggara racing-nya sendiri kan bayar. Itu kan orang yang certified, orang FIA (Federation in Automotive) ya. Jadi itu menggunakan biaya itu (commitment fee)," sambungnya.

Gunung juga menerangkan soal perbedaan harga commitment fee setiap negara penyelenggara. Salah satunya faktor jarak.

"Kalau Europe to Europe dibawa truk saja bisa. Misalkan satu kota murah atau dari pertama nggak bayar karena biaya-biaya itu akan ditanggung di kota penyelenggara. Kalau kita, tidak mengeluarkan biaya itu lagi tapi dengan menggunakan commitment fee," tuturnya.

Commitment fee juga juga dijelaskan termasuk untuk pembayaran broadcasting saat penyelenggaraan Formula E.

"Dia memproduksi itu 2 juta poundsterling, jadi supaya pengambilan gambar pakai drone pakai ini, 2 juta itu biayanya, itu di mereka. Termasuk pengambilan gambar-gambar itu juga," Widi menambahkan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta blak-blakan soal anggaran Formula E yang bakal digelar selama 3 tahun berturut-turut. Salah satu yang dijelaskan ialah penggunaan APBD DKI untuk Formula E.

Penjelasan itu dipaparkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta dalam dokumen 'Katanya Vs Faktanya Formula E' yang dilihat detikcom, Rabu (29/9/2021).

Pemprov DKI menjelaskan soal 'katanya' Formula E hanya untung jika digelar selama 5 tahun berturut-turut dan hanya dua kota yang melakukan hal itu serta mengalami kerugian. Pemprov DKI menjawab dengan mengungkap kesepakatan terbaru dengan FEO selaku penyelenggara Formula E.

"Hasil kesepakatan baru antara Jakpro dengan FEO adalah periode pelaksanaan disesuaikan 3 tahun, yaitu 2022, 2023, dan 2024," ucap Pemprov DKI.

Pemprov DKI mengatakan kerugian bakal terjadi jika Formula E hanya satu kali digelar di Jakarta. Salah satu kerugiannya, menurut Pemprov DKI, infrastruktur Formula E yang telah dibangun akhirnya tak bisa dimanfaatkan maksimal.

Berikutnya, barulah Pemprov DKI menjelaskan soal penggunaan APBD DKI Jakarta untuk Formula E. Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab 'katanya' commitment fee Formula E berjumlah Rp 2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp 4,4 triliun.

"Faktanya, commitment fee adalah Rp 560 miliar (bukan hanya untuk tahun pertama, tapi untuk semua tahun penyelenggaraan)," tulis Pemprov DKI.

(idn/idn)