Siapa 8 'Orang Dalam' Azis Syamsuddin di KPK untuk Atur OTT?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 10:59 WIB
Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar Azis Syamsuddin mengenakan baju tahanan berjalan menuju mobil tahana  di Gedung KPK,Kuningan,  Jakarta Selatan, Sabtu dinihari (25/9). Azis resmi ditahan KPK sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.
Azis Syamsuddin saat ditahan KPK (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Muncul kesaksian mengejutkan dalam persidangan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut memiliki 'orang dalam' di KPK untuk mengatur operasi tangkap tangan (OTT) hingga perkara-perkara korupsi. Benarkah?

AKP Robin dalam persidangan itu didakwa bersama-sama seorang pengacara bernama Maskur Husain. Mereka didakwa menerima suap dari sejumlah orang, termasuk Azis Syamsuddin dan M Syahrial, selaku mantan Wali Kota Tanjungbalai.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/10), Yusmada selaku Sekda Tanjungbalai duduk sebagai saksi mengaku pernah berbincang dengan M Syahrial. Untuk diketahui Yusmada pun sudah berstatus tersangka di KPK dalam perkara jual-beli jabatan bersama-sama dengan Syahrial.

Kembali pada kesaksian Yusmada. Dalam sidang itu, jaksa KPK membeberkan berita acara pemeriksaan (BAP) Yusmada Nomor 19 dalam Paragraf 2. Isi BAP itu adalah sebagai berikut:

Bahwa M Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta. M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya 8 orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis OTT atau amankan perkara. Salah satunya, Robin.

Jaksa pun menanyakan maksud kalimat 'mengamankan OTT dan pengamanan perkara Azis' itu. Namun Yusmada mengaku tidak tahu pasti.

"Terkait yang Saudara dengar dari M Syahrial, itu Azis Syamsuddin ada amankan OTT dan pengamanan perkara, perkara apa?" tanya jaksa.

"Nggak ada disampaikan," jawab Yusmada.

"Cuma ngomong untuk kepentingan Azis Syamsuddin aja?" tanya jaksa lagi.

"Iya, Pak, hanya ngomong apa-apa saja," ucapnya.

Di sisi lain AKP Robin mengaku tidak pernah mengenalkan penyidik lain di KPK ke Azis Syamsuddin. Robin juga membantah keterangan Yusmada yang menyebut Syahrial kenal dengan Robin karena dikenalkan Azis Syamsuddin. Menurut Robin, yang benar adalah dia mengenal Syahrial karena dikenalkan ajudan Azis bernama Dedi Mulyanto.

"Tanggapan untuk Yusmada, dalam BAP 19, disampaikan bahwa Pak Syahrial bercerita bahwa Pak Azis Syamsuddin mengenal delapan orang, termasuk saya, kami sampaikan bahwa saya tidak pernah mengenalkan penyidik lain kepada Saudara Azis," kata Robin saat memberikan tanggapan sebagai terdakwa.

KPK Janji Usut

Mengenai hal itu, lantas Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memberikan tanggapan. Ali menyebutkan kesaksian itu akan dicek silang dengan saksi lain.

"Kami memastikan setiap fakta sidang tentu akan di-cross-check ulang dengan keterangan saksi lain ataupun terdakwa sehingga keterangan saksi tersebut masih akan terus didalami oleh tim jaksa KPK dengan memanggil saksi-saksi lain yang relevan dengan pembuktian fakta-fakta dimaksud," ujar Ali.

Bilamana nantinya kesaksian Yusmada itu bertalian dengan saksi lain, KPK akan mengembangkan perkara ini. Untuk saat ini Ali mengaku belum bisa berbicara banyak.

"Harapannya tentu pada akhir sidang dapat disimpulkan adanya fakta-fakta hukum sehingga dakwaan jaksa dapat terbukti dan perkara dapat dikembangkan lebih lanjut," kata Ali.

Dalam perkara ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Azis Syamsuddin.

Lihat juga Video: Sah! Lodewijk F Paulus Dilantik Jadi Waka DPR Gantikan Azis

[Gambas:Video 20detik]